Kadinkes Kubu Raya Minta Orang Tua Tidak Menolak Imunisasi Anak
- 04 Okt 2026 18:06 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Wan Iwansyah, meminta orang tua tidak menolak imunisasi bagi anak. Ia juga mengimbau orang tua rutin membawa bayi dan balita ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan imunisasi serta pemantauan kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Wan Iwansyah saat melihat langsung pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Sungai Kakap di Desa Sepuk Laut, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Wan Iwansyah turut mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk petugas puskesmas pembantu dan bidan desa. Menurutnya, kegiatan pelayanan langsung ke masyarakat menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi serta hambatan yang dihadapi petugas kesehatan di lapangan.
Ia menilai tenaga kesehatan perlu terus memperkuat kerja sama dengan kader kesehatan dan pemerintah desa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait pentingnya imunisasi bagi bayi dan balita.
Wan Iwansyah menegaskan, edukasi harus terus dilakukan meski masih ditemukan orang tua yang menolak imunisasi. “Tidak ada kata menyerah untuk memberikan edukasi dan pemahaman pentingnya imunisasi,” ujarnya.
Salah satu kekhawatiran yang masih ditemukan di masyarakat adalah munculnya demam setelah anak mendapatkan imunisasi. Wan Iwansyah menjelaskan, demam dapat menjadi salah satu reaksi setelah imunisasi dan umumnya bersifat sementara.
Ia mengatakan, paracetamol dapat digunakan untuk membantu meredakan demam jika diperlukan. Namun, pemberiannya harus memperhatikan dosis berdasarkan usia dan berat badan anak serta mengikuti petunjuk tenaga kesehatan.
Wan Iwansyah mengingatkan, kekhawatiran terhadap reaksi ringan seperti demam tidak seharusnya menjadi alasan untuk melewatkan jadwal imunisasi. Orang tua dapat berkonsultasi dengan petugas kesehatan jika memiliki kekhawatiran atau menemukan gejala yang perlu mendapat perhatian setelah imunisasi.
Selain imunisasi, masyarakat juga diminta memanfaatkan pelayanan kesehatan rutin di puskesmas dan Pustu. Pelayanan tersebut meliputi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi serta balita, imunisasi, dan layanan kesehatan dasar lainnya.
Wan Iwansyah juga menyoroti pentingnya dukungan keluarga dalam keputusan pemberian imunisasi. Menurutnya, penolakan terhadap imunisasi tidak selalu berasal dari ibu, tetapi bisa dipengaruhi ayah maupun anggota keluarga lainnya, termasuk nenek.
Ia menyebut terdapat kondisi ketika ibu sebenarnya bersedia membawa anak untuk imunisasi, tetapi keputusan tersebut tidak mendapatkan dukungan dari suami atau anggota keluarga lainnya. Karena itu, edukasi mengenai imunisasi dinilai perlu menyasar seluruh anggota keluarga, bukan hanya ibu yang biasanya mendampingi anak saat mendapatkan pelayanan kesehatan.
Wan Iwansyah berharap kolaborasi tenaga kesehatan, kader, dan pemerintah desa dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga orang tua rutin membawa anak mendapatkan pelayanan kesehatan. Dukungan orang tua, khususnya ayah, dinilai penting untuk memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal dan pemantauan kesehatan sejak usia dini.
Baca juga: Capaian Imunisasi Pontianak Turun, Hoaks Jadi Tantangan Serius
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....