Jangan Abaikan Nyeri Dada, Dokter Hau Ungkap Tanda Awal Serangan Jantung

  • 30 Sep 2026 00:26 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Penyakit jantung menjadi salah satu kondisi kesehatan yang perlu diwaspadai. Masyarakat diimbau lebih peka terhadap sinyal dan tanda bahaya yang ditunjukkan tubuh agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi serangan jantung.

Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Jantung RSU Santo Antonius Pontianak, dr Andreas Erick Haurissa, SpJP, FIHA, yang akrab disapa Dokter Hau, saat menjadi narasumber program TOSERBA (Topik Serba Ada) di Studio Pro 2 Pontianak, Jumat, 18 September 2026. Dalam dialog bertema “Jangan Lewatkan Detak Jantung, Kenali Tanda Bahaya Sejak Dini”, Dokter Hau menjelaskan pentingnya mengenali gejala awal gangguan jantung.

Menurut Dokter Hau, kecepatan mendapatkan pertolongan medis menjadi hal penting ketika seseorang mengalami serangan jantung. Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan, semakin besar peluang untuk meminimalkan kerusakan pada otot jantung.

"Yang kita harus tahu bahwa penyakit jantung itu prinsipnya adalah semakin cepat semakin baik. Time is muscle, waktu adalah otot jantung. Jadi kita harus tahu early warning sign atau tanda-tanda awal sejak dini," ujar Dokter Hau.

Salah satu gejala utama serangan jantung yang perlu diperhatikan adalah nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba dan berbeda dari keluhan yang pernah dirasakan sebelumnya.

"Gejala utamanya tentu nyeri dada yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Rasanya sangat tidak nyaman, seperti ditekan benda berat atau diinjak gajah, dan bisa menjalar. Biasanya muncul setelah aktivitas fisik atau emosi," kata Dokter Hau.

Namun, ia mengingatkan bahwa gejala serangan jantung tidak selalu muncul dalam bentuk nyeri dada yang khas. Pada kelompok tertentu, seperti lansia, penderita diabetes, dan perempuan, keluhan dapat muncul dalam bentuk lain, misalnya mual atau rasa tidak nyaman yang menyerupai gangguan pencernaan.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan keluhan yang muncul secara tiba-tiba dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala yang mengarah pada gangguan jantung. Penanganan yang cepat diperlukan untuk mengetahui kondisi dan mendapatkan pertolongan medis yang sesuai.

Selain mengenali tanda bahaya, Dokter Hau juga mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan menerapkan pola hidup sehat. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menghentikan kebiasaan merokok dan rutin melakukan aktivitas fisik.

Ia menyarankan masyarakat membiasakan olahraga secara teratur dengan target setidaknya 150 menit per minggu, sebagai salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....