Kabut Asap Melanda, Begini Cara Aman Tetap Olahraga
- 28 Agt 2026 18:43 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi tantangan tahunan yang dihadapi warga Pontianak dan Kalimantan Barat saat musim kemarau tiba. Kondisi ini kerap membuat banyak orang ragu melanjutkan rutinitas olahraga luar ruang, padahal aktivitas fisik tetap menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kebugaran dan imunitas tubuh.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal SPORTIF menyoroti bahwa rekomendasi waktu olahraga yang tepat di area terpapar polusi udara sebenarnya belum banyak dikaji secara mendalam, padahal hal ini penting untuk menyeimbangkan antara manfaat berolahraga dengan risiko kesehatan akibat paparan udara tercemar. Penelitian tersebut menguji dampak fisiologis tubuh saat berolahraga pada tiga waktu berbeda, yaitu pagi, sore, dan malam hari, pada kondisi udara yang terpapar polusi.
Secara fisiologis, olahraga memang meningkatkan kebutuhan tubuh akan oksigen, sehingga volume udara yang dihirup saat beraktivitas fisik jauh lebih besar dibandingkan saat beristirahat. Konsekuensinya, jumlah polutan yang ikut terhirup ke dalam tubuh juga meningkat secara signifikan. Partikel PM2.5 yang menjadi salah satu komponen utama kabut asap diketahui mampu menembus jauh ke dalam paru-paru dan sulit dikeluarkan oleh sistem pernapasan, sementara partikel yang lebih halus seperti PM1 bahkan berpotensi masuk ke aliran darah dan terbawa ke organ-organ tubuh lainnya.
Risiko kesehatan jangka panjang akibat kombinasi polusi udara dan aktivitas fisik turut dikaji dalam riset skala besar di Hong Kong yang dimuat dalam jurnal Circulation. Studi yang melibatkan lebih dari seratus empat puluh ribu partisipan dewasa ini meneliti kaitan antara olahraga, hipertensi, dan paparan PM2.5, dengan temuan bahwa paparan polusi udara diperkirakan dapat meningkatkan risiko hipertensi hingga 38 persen.
Meski begitu, hasil riset ini juga menegaskan bahwa aktivitas fisik tetap mampu menurunkan risiko hipertensi dibandingkan tidak berolahraga sama sekali, sehingga menghentikan olahraga sepenuhnya justru bukan solusi yang tepat.
Bagi warga Kalimantan Barat yang menghadapi kondisi kabut asap secara berkala, temuan-temuan ilmiah ini menggarisbawahi pentingnya menyesuaikan strategi berolahraga, bukan menghentikannya sama sekali. Memindahkan aktivitas fisik ke dalam ruangan menjadi langkah paling rasional saat kualitas udara memburuk, mengingat volume udara yang dihirup selama berolahraga jauh lebih besar dibandingkan aktivitas biasa.
Latihan sederhana seperti peregangan, yoga, atau latihan kekuatan menggunakan berat tubuh sendiri dapat menjadi pilihan yang tetap efektif menjaga kebugaran tanpa harus mempertaruhkan kesehatan pernapasan maupun kardiovaskular akibat paparan partikel berbahaya di udara luar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....