Kasus ISPA Puskesmas Kampung Bali Menurun Warga Diimbau Tetap Pakai Masker

  • 20 Agt 2026 17:57 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA di wilayah kerja UPT Puskesmas Kampung Bali, Kota Pontianak, mengalami penurunan pada pertengahan Agustus 2026 di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kepala UPT Puskesmas Kampung Bali dr. Popong Solihat mengatakan, berdasarkan rekapitulasi puskesmas, tercatat sekitar 74 kasus ISPA pada periode 1 hingga 10 Agustus. Jumlah tersebut turun menjadi 34 kasus pada periode 11 hingga 19 Agustus. "Jadi ada penurunan sekitar 40 kasus, 40 orang," kata Popong, Kamis, 20 Agustus 2026.

Popong memperkirakan penurunan kasus turut dipengaruhi berkurangnya aktivitas masyarakat di luar rumah, termasuk penerapan pembelajaran daring bagi siswa. "Karena kemarin sempat seminggu, anak kan sekolah di rumah, online," ujarnya. Kondisi tersebut dinilai mengurangi paparan masyarakat terhadap asap atau kabut asap.

Menurutnya, paparan udara yang tercemar asap dapat memengaruhi saluran pernapasan dan memicu keluhan seperti batuk, pilek, demam, hingga gangguan pernapasan lainnya.

Popong mengatakan kasus ISPA di wilayah Puskesmas Kampung Bali saat ini tidak hanya ditemukan pada kelompok rentan. Berdasarkan klasifikasi umur, kasus cenderung merata sehingga masyarakat tetap perlu mewaspadai paparan asap.

Untuk mengantisipasi pasien yang membutuhkan penanganan, Puskesmas Kampung Bali memastikan ketersediaan oksigen tetap terjaga. "Untuk oksigen, untuk kasus-kasus tertentu, misalnya diindikasikan oleh dokternya, ini perlu dilakukan oksigen, kita langsung UGD," jelas Popong.

Oksigen disiapkan melalui pembelanjaan operasional puskesmas dan digunakan sebagai bagian dari pelayanan medis.

Popong menyebut kebutuhan oksigen selama musim kabut asap masih dalam kondisi normal. "Kasusnya, alhamdulillah, kalau di Kampung Bali itu tidak yang sampai kasus berat. Jadi, kami masih normal pengadaan oksigennya seperti biasa," katanya.

Ia mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker ketika keluar rumah, menjaga pola makan dan daya tahan tubuh, serta memperbanyak konsumsi air putih selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

"Ketika keluar rumah, karena walaupun pakai masker juga tidak menutup kemungkinan bisa saja terpapar," ujar Popong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....