Kasus ISPA di Pontianak Naik, Dinkes Siapkan Oksigen di Fasyankes

  • 20 Agt 2026 17:27 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat mengalami peningkatan seiring kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mencatat 271 kasus ISPA hingga 18 Agustus 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak dr. Saptiko mengatakan, jumlah kasus tersebut meningkat dibandingkan 14 dan 15 Agustus yang berada di kisaran 160-an kasus. Menurut Saptiko, 271 kasus yang tercatat merupakan pasien ISPA yang berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Dinkes belum dapat memastikan seluruh kasus tersebut disebabkan kabut asap, karena ISPA dapat dipicu berbagai faktor.

“Namun, peningkatan kasus yang terjadi bersamaan dengan kondisi kabut asap menjadi indikasi bahwa kualitas udara kemungkinan turut memengaruhi peningkatan ISP,” ujarnya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Dinkes Kota Pontianak telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurangi risiko dampak kabut asap. Logistik obat-obatan juga telah disiapkan di seluruh puskesmas dan rumah sakit.

Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan telah menyediakan tabung oksigen untuk menangani pasien yang mengalami sesak napas akibat ISPA. Hingga saat ini, belum terdapat pasien yang membutuhkan bantuan oksigen akibat kondisi tersebut.

“Memang sampai sekarang belum ada masyarakat yang mengalami gejala sesak napas, yang memerlukan bantuan oksigen itu belum ada, tapi kita tetap siapkan dan stand by di puskesmas maupun di rumah sakit,” katanya.

Saptiko mengimbau masyarakat terus memantau kondisi udara. Jika kabut asap semakin pekat, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar.

“Apabila memang asapnya ada, sebaiknya masyarakat itu kalau beraktifitas di luar menggunakan masker, minimal masker agar mengurangi asap atau asap ini masuk ke dalam hidung masyarakat ya, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya ISPA,” ucapnya.

Ia mengingatkan kelompok rentan seperti bayi, balita, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit jantung perlu mendapat perhatian lebih karena lebih mudah terdampak paparan asap. Menurut Saptiko, dampak paparan asap tidak hanya dapat dirasakan dalam jangka pendek.

Partikel hasil pembakaran yang masuk ke saluran pernapasan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan dalam jangka panjang. Dinkes Kota Pontianak akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kesadaran menggunakan masker dan membatasi paparan asap selama kondisi kabut asap berlangsung.

Baca juga: Hadapi Lonjakan ISPA saat Kabut Asap, Pemkot Standby Oksigen Gratis

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....