Makan Telur Setiap Hari Mitos atau Fakta

  • 10 Agt 2026 09:53 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp.GK Spesialis Gizi dalam media sosialnya banyak orang masih menghindari telur karena khawatir kadar kolesterol dalam darah akan meningkat setelah mengonsumsinya. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar dan perlu dipahami berdasarkan ilmu gizi serta kondisi kesehatan masing-masing.

Menurut pendapat dokter Diana suganda, anggapan bahwa makan telur pasti membuat kolesterol naik merupakan sebuah mitos. Beliau menjelaskan bahwa kolesterol darah lebih banyak dipengaruhi pola makan secara keseluruhan, gaya hidup, dan faktor keturunan daripada hanya satu jenis makanan.

Telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung vitamin A, D, B12, kolin, selenium, dan berbagai zat gizi penting lainnya. Nutrisi tersebut berperan dalam menjaga kesehatan otak, mata, otot, serta membantu proses regenerasi sel tubuh.

Bagi sebagian besar orang yang sehat, mengonsumsi telur dalam jumlah wajar tidak terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung secara langsung. Justru kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak trans, gula berlebih, dan kurang aktivitas fisik lebih berpengaruh terhadap meningkatnya kolesterol jahat (LDL).

Dokter Diana suganda menekankan bahwa yang perlu diperhatikan adalah cara mengolah telur dan makanan pendampingnya. Telur rebus atau kukus tentu lebih baik dibandingkan telur yang digoreng berulang kali dengan minyak yang sudah rusak atau disajikan bersama makanan tinggi lemak jenuh.

Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti hiperkolesterolemia familial atau penyakit tertentu lainnya, tetap perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai pola makan yang sesuai. Karena itu, kebutuhan setiap orang berbeda sehingga anjuran konsumsi telur tidak bisa disamaratakan.

Kesimpulannya, telur bukanlah musuh kesehatan apabila dikonsumsi secara seimbang sebagai bagian dari pola makan bergizi dan gaya hidup aktif. Daripada takut pada mitos, lebih baik memahami fakta ilmiah sehingga keputusan yang diambil benar-benar bermanfaat bagi kesehatan.

Jangan mudah percaya pada mitos kesehatan tanpa mencari informasi dari tenaga medis dan sumber ilmiah yang terpercaya. Pola makan seimbang, olahraga teratur, dan kebiasaan hidup sehat jauh lebih menentukan kesehatan dibanding menyalahkan satu jenis makanan saja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....