Obat Nyeri Bukan Solusi untuk Semua Rasa Sakit, Kenali Aturan Pakainya

  • 30 Jul 2026 22:21 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Obat pereda nyeri menjadi salah satu jenis obat yang paling sering digunakan masyarakat untuk mengatasi berbagai keluhan, mulai dari sakit kepala, nyeri otot hingga nyeri sendi.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa obat nyeri bukanlah solusi untuk semua jenis rasa sakit. Penggunaan yang tidak tepat justru dapat menutupi gejala penyakit yang lebih serius dan meningkatkan risiko efek samping.

Apoteker Juliyastin Randa Pagiling mengungkapkan bahwa rasa sakit merupakan sinyal alami tubuh yang menandakan adanya gangguan atau cidera. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab nyeri sebelum memutuskan mengonsumsi obat.

"Jika nyeri muncul akibat aktivitas fisik ringan atau cedera kecil, obat pereda nyeri dapat membantu meredakan keluhan," ungkapnya ketika memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu, 29 Juli 2026.

Namun demikian, apbila nyeri berlangsung terus menerus, semakin berat atau disertai gejala lain seperti demam tinggi, sesak napas, muntah berulang atau penurunan kesadaran, Juliyastin Randa menegaskan, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.

Menurutnya, secara umum terdapat beberapa jenis obat pereda nyeri yang sering digunakan. Parasetamol umumnya dipilih untuk mengatasi nyeri ringan hingga sedang dan menurunkan demam.

Sementara itu, obat antiinflamasi non steroid (OAINS) seperti ibuprofen dan naproksen digunakan untuk meredakan nyeri yang disertai peradangan, misalnya nyeri otot atau nyeri sendi. Penggunaan OAINS perlu berhati-hati karena dapat meningkatkan risiko gangguan lambung, ginjal, dan tekanan darah pada sebagian orang.

Juliyastin juga mengingatkan untuk penggunaan obat nyeri harus mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan atau sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Mengonsumsi obat dalam dosis lebih tinggi atau lebih sering dari yang dianjurkan tidak akan mempercepat penyembuhan, tetapi justru dapat meningkatkan risiko kerusakan organ, terutama hati dan ginjal.

Selain itu, ia juga menghimbau untuk tidak menggabungkan beberapa obat pereda nyeri tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....