Pertolongan Pertama saat Masuk Angin

  • 25 Jun 2026 10:36 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Badan terasa meriang, perut kembung, kepala pusing, hingga mual sering kali membuat masyarakat Indonesia langsung mengambil kesimpulan singkat: "masuk angin". Fenomena ini sudah menjadi bagian erat dari kebudayaan dan percakapan sehari-hari.

Namun, tahukah Anda bahwa dalam literatur medis modern dunia, tidak ada penyakit yang bernama masuk angin? Istilah ini murni merupakan istilah lokal untuk menggambarkan kumpulan gejala dari gangguan kesehatan tertentu.

Secara medis, gejala yang sering disebut masuk angin biasanya merujuk pada dua kondisi utama, yaitu dispepsia (gangguan pencernaan atau maag) dan flu ringan akibat infeksi virus. Ketika daya tahan tubuh menurun, ditambah faktor cuaca atau kelelahan, gejala-gejala ini akan mulai bermunculnya.

Penanganan Pertama yang Benar

Karena masuk angin bukanlah satu penyakit tunggal, pertolongan pertamanya harus disesuaikan dengan gejala dominan yang dirasakan tubuh. Berikut adalah langkah penanganan yang disarankan oleh para ahli medis:

  1. Jaga Hidrasi Tubuh: Minumlah air hangat secara berkala. Air hangat membantu menenangkan saluran pencernaan yang kembung dan menjaga tubuh agar tidak kekurangan cairan saat meriang.
  2. Konsumsi Makanan Hangat dan Lembut: Pilih makanan yang mudah dicerna seperti sup hangat atau bubur. Hindari makanan pedas, asam, dan bersantan untuk sementara waktu agar tidak memperparah asam lambung.
  3. Istirahat yang Cukup: Berikan waktu bagi sistem imun tubuh untuk memulihkan diri. Kurangi aktivitas fisik berat dan pastikan tidur malam terpenuhi dengan baik.
  4. Manfaatkan Bahan Alami: Mengonsumsi minuman herbal hangat yang mengandung jahe bisa menjadi solusi efektif. Jahe memiliki kandungan alami yang terbukti secara klinis mampu meredakan mual dan menghangatkan perut.

Bagaimana dengan Kerokan?

Kerokan sudah menjadi penanganan pertama paling populer di Indonesia saat masuk angin. Dari kacamata medis, kerokan sebenarnya memicu pelebaran pembuluh darah tepi yang memberikan efek relaksasi dan sensasi hangat pada tubuh.

Namun, kerokan sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan atau terlalu keras hingga menyebabkan luka robek pada kulit. Kulit yang terluka justru dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri dan menyebabkan infeksi baru.

Jika setelah melakukan penanganan pertama di rumah kondisi tubuh tidak kunjung membaik dalam waktu tiga hari, atau disertai dengan demam tinggi dan muntah terus-menerus, segeralah berkonsultasi ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....