Cegah Kanker Serviks, HOGI Tekankan Vaksinasi dan Screening Rutin

  • 12 Agt 2026 17:19 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Cegah Kanker Serviks Usia Dini
  • Vaksinasi HPV dan Screening
  • BPSD Kalbar

RRI.CO.ID, Pontianak - Pencegahan kanker serviks perlu dilakukan sejak dini melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dan pemeriksaan atau screening secara rutin, terutama bagi perempuan yang telah aktif secara seksual. Hal tersebut disampaikan Ketua Himpunan Onkologi Indonesia (HOGI), Prof. Dr. dr. Brahmana Askandar, Sp.OG, Subsp.Onk, saat membawakan materi “Pencegahan Kanker Serviks Sejak Dini” dalam Seminar Penguatan Kompetensi ASN Perempuan yang diselenggarakan BPSDM Kalimantan Barat di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu, 12 Agustus 2026.

dr. Brahmana menjelaskan, vaksinasi HPV paling utama diberikan pada usia muda, terutama rentang usia 9 hingga 15 tahun. Jika belum mendapatkan vaksin pada usia tersebut, vaksinasi masih dapat diberikan hingga usia 26 tahun.

Menurutnya, vaksin HPV pada perempuan berusia di atas 26 tahun tidak berbahaya. Namun, manfaat vaksinasi pada kelompok usia tersebut perlu didiskusikan bersama dokter, karena efektivitas perlindungannya dapat dipengaruhi oleh status HPV.

“Kalau diberikan di atas 26 tahun bukan karena membahayakan, tetapi kita diskusikan masalah manfaatnya,” ujarnya.

dr. Brahmana menambahkan, bagi perempuan yang telah berusia 45 hingga 50 tahun, pemeriksaan atau screening rutin dinilai lebih penting dibandingkan memilih vaksinasi sebagai satu-satunya upaya pencegahan.

Ketua HOGI itu juga menjelaskan, perkembangan dari kondisi normal hingga menjadi kanker serviks berlangsung secara bertahap dan dapat memerlukan waktu sekitar 10 hingga 15 tahun. Karena itu, pemeriksaan rutin dapat mendeteksi perubahan sel sejak masih dalam tahap prakanker.

“Kalau tidak normal, itu masih dalam tahap pra-kanker, belum sampai kanker. Dan dalam tahap pra-kanker, pengobatannya sederhana,” katanya.

dr. Brahmana menyebut, kondisi prakanker dapat ditangani dengan sejumlah tindakan medis sehingga peluang untuk kembali dalam kondisi normal sangat besar. Ia menegaskan, terdapat dua langkah utama dalam mencegah kanker serviks, yakni vaksinasi HPV pada usia muda dan screening secara rutin bagi perempuan yang telah aktif secara seksual.

“Cara efektif mencegah kanker serviks itu ada dua. Yang pertama adalah berikan vaksinasi, utamanya pada usia muda. Yang kedua, lakukan screening rutin,” ucapnya.

Terkait vaksinasi HPV pada anak, Brahmana meminta masyarakat tidak khawatir terhadap efek samping jangka panjang. Ia menyebut vaksinasi HPV telah melalui kajian ilmiah yang mendalam dan telah masuk dalam program imunisasi rutin pemerintah. Di Indonesia, vaksinasi HPV diberikan secara gratis dalam program imunisasi rutin, termasuk bagi anak perempuan kelas 5 dan kelas 6 SD.

Ketua HOGI menekankan, vaksinasi pada usia muda penting dilakukan agar perlindungan terhadap HPV dapat diberikan sebelum seseorang terpapar virus tersebut. Sementara bagi kelompok usia yang telah melewati target vaksinasi, screening rutin tetap menjadi langkah penting untuk mendeteksi kelainan sejak dini.

Baca juga: Seluruh Puskesmas di Pontianak Kini Miliki Klinik Berhenti Merokok

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....