Wujudkan SDGs Kesehatan, Untan Baksos dan Edukasi Kesehatan Desa Pak Laheng
- 14 Jun 2026 14:29 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Mempawah – Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak menggelar bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan kesehatan gratis bagi masyarakat di Desa Pak Laheng, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-67 Untan tersebut merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).
Kegiatan ini didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), serta tenaga medis dan tenaga kesehatan dari Klinik Pratama Untan. Pelayanan yang diberikan meliputi pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan, konsultasi hasil pemeriksaan hingga pembagian obat bagi warga yang membutuhkan. Selain itu, panitia juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat setempat.
Wakil Rektor IV Untan, Prof. Dr.rer.nat. Ir. R. M. Rustamaji, M.T., IPU mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pilar pengabdian kepada masyarakat. “Dalam rangka Dies Natalis Untan ke-67, kami melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan kesehatan. Jadi tidak hanya aspek kesehatannya, tetapi juga ada aspek pendidikannya,” ujarnya.
Rustamaji menjelaskan Desa Pak Laheng dipilih sebagai lokasi kegiatan karena di wilayah tersebut terdapat kebun pendidikan milik Untan. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. “Kami ingin kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan di banyak tempat. Namun kali ini kami memilih Pak Laheng karena di sini terdapat kebun pendidikan Untan, sehingga sekaligus menjadi kesempatan untuk berinteraksi dan memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar,” katanya.
Kepala Klinik Pratama Untan, dr. Eka Ardiani Putri, M.Mkes., MH mengatakan kegiatan tersebut melibatkan sekitar 30 tenaga kesehatan dari Klinik Pratama Untan. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari berbagai organisasi profesi kesehatan di Kalimantan Barat dan Kabupaten Mempawah.
“Alhamdulillah kami mendapat bantuan dari teman-teman dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalbar, IDI Kabupaten Mempawah, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kalbar dan Mempawah. Kemudian teman-teman dari perhimpunan penyakit dalam, penyakit kulit, hingga organisasi MedDoc juga hadir bersama dalam kegiatan di Toho ini,” ujar dr. Eka.
Ia menambahkan Kecamatan Toho dipilih karena merupakan salah satu kawasan perkebunan milik Untan yang akan dikembangkan untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. “Kami memang sengaja turun lapangan khusus ke Toho karena ini adalah salah satu perkebunan Universitas Tanjungpura yang akan kami kembangkan, terutama untuk kesehatan masyarakat di wilayah Toho. Jadi kami membuat dua kegiatan, yaitu edukasi kesehatan dan juga pelayanan kesehatan,” katanya.
Meski baru berlangsung selama satu hari, Untan membuka peluang tindak lanjut bagi masyarakat yang memerlukan penanganan medis lanjutan. “Kalau memang nanti ada yang perlu dirujuk, kita lihat dulu tingkatannya. Apakah cukup dirujuk ke pusat layanan kesehatan di Toho, kemudian ke Mempawah, atau jika memang membutuhkan penanganan lebih serius akan dirujuk ke Pontianak, khususnya ke Rumah Sakit Universitas Tanjungpura,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Universitas Tanjungpura, dr. Mira Delima Asikin, MMR., Sp.PD., FINASIM., mengungkapkan tim menemukan banyak warga Kecamatan Toho yang menderita hipertensi saat pemeriksaan kesehatan berlangsung. Beberapa warga bahkan teridentifikasi mengalami hipertensi grade 2 yang memerlukan pengawasan dan penanganan berkelanjutan.“Memang rata-rata masyarakat yang kami periksa menderita hipertensi. Ada yang grade 1 dan ada juga yang grade 2. Beberapa yang kami periksa bahkan sudah masuk hipertensi grade 2,” ujarnya.
Menurut Mira, kondisi tersebut memerlukan perhatian bersama agar penanganan hipertensi dapat dilakukan secara optimal. Ia menegaskan pencegahan hipertensi perlu dimulai sejak dini melalui edukasi pola hidup sehat, termasuk mengurangi konsumsi garam berlebih. “Pencegahannya sederhana, salah satunya tidak mengonsumsi makanan yang terlalu asin. Bahkan pencegahan hipertensi harus dimulai sejak dini, sejak balita. Bayi di bawah satu tahun diusahakan tidak mengonsumsi garam dan gula berlebihan agar ketika dewasa tidak terbiasa dengan pola makan yang meningkatkan risiko hipertensi,” katanya, menjelaskan.
Mira berharap kegiatan bakti sosial serupa dapat terus dilaksanakan di Kecamatan Toho maupun wilayah lain di Kalimantan Barat. “Kegiatan bakti sosial ini sangat baik. Harapan kami ke depan dapat terus dilakukan di Kecamatan Toho maupun kecamatan lainnya demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kalimantan Barat,” katanya, mengakhiri.
Baca juga: Rakernas XVI Arsada di Pontianak, Bahas Kemandirian Rumah Sakit Daerah
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....