Cara Aman Mengonsumsi Daging Kambing agar Tetap Sehat

  • 26 Mei 2026 13:07 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Banyak orang percaya bahwa makan daging kambing bisa langsung menyebabkan tekanan darah tinggi. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Daging kambing memang mengandung lemak dan kolesterol, tetapi dalam jumlah tertentu kandungannya tidak selalu lebih tinggi dibanding beberapa jenis daging merah lain. Yang lebih berpengaruh terhadap naiknya tekanan darah biasanya adalah cara pengolahan, jumlah konsumsi, serta pola makan secara keseluruhan. Konsumsi berlebihan, terutama bersama makanan tinggi garam dan santan, dapat meningkatkan risiko hipertensi pada sebagian orang.

Secara gizi, Daging kambing mengandung protein, zat besi, vitamin B12, dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Jika dikonsumsi dalam porsi wajar, daging kambing bisa menjadi sumber energi dan membantu pembentukan sel darah merah. Namun, bagi penderita hipertensi atau kolesterol tinggi, konsumsi tetap perlu dibatasi agar tidak membebani kesehatan jantung dan pembuluh darah. Memilih bagian daging yang rendah lemak juga dapat membantu mengurangi risiko kesehatan.

Salah satu penyebab daging kambing dianggap memicu darah tinggi adalah karena sering dimasak dengan banyak garam, santan, atau dibakar hingga menghasilkan lemak berlebih. Misalnya pada sate kambing dengan bumbu asin atau gulai bersantan pekat. Kandungan sodium yang tinggi dari garam dan penyedap dapat memicu peningkatan tekanan darah, terutama pada orang yang sensitif terhadap garam. Selain itu, konsumsi daging dalam jumlah besar sekaligus juga dapat membuat tubuh terasa panas dan tidak nyaman.

Agar lebih aman untuk kesehatan, daging kambing sebaiknya dimasak dengan teknik yang lebih sehat seperti direbus, dikukus, atau dipanggang tanpa banyak minyak. Sebelum dimasak, lemak yang menempel pada daging dapat dipotong untuk mengurangi kadar lemak jenuh. Penggunaan rempah alami seperti bawang putih, jahe, kunyit, dan ketumbar juga dapat membantu memberikan rasa gurih tanpa harus memakai terlalu banyak garam atau penyedap instan. Memasak dengan sayuran seperti wortel dan tomat juga membuat hidangan menjadi lebih seimbang.

Selain cara memasak, porsi makan juga sangat penting. Mengonsumsi daging kambing dalam jumlah kecil bersama nasi secukupnya, sayuran hijau, dan buah-buahan akan lebih baik dibanding makan berlebihan dalam satu waktu. Minum air putih yang cukup dan menghindari minuman manis berlebihan juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Orang yang memiliki riwayat hipertensi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai batas aman konsumsi daging merah.

Kesimpulannya, daging kambing tidak secara langsung menyebabkan darah tinggi jika dikonsumsi dengan bijak. Faktor yang lebih menentukan adalah jumlah konsumsi, kondisi kesehatan seseorang, dan cara pengolahannya. Dengan memilih bagian daging rendah lemak, menggunakan bumbu alami, serta memasaknya secara sehat, daging kambing tetap dapat dinikmati tanpa harus terlalu khawatir terhadap kesehatan tekanan darah.

Baca juga: Pemkot Pontianak Periksa 400 Titik Hewan Kurban Tiap Tahun

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....