Overthinking Bikin Stuck, Ini Cara Keluar dari Zona Nyaman

  • 27 Apr 2026 15:14 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Overthinking yang kerap dialami generasi muda dinilai dapat berdampak pada hilangnya peluang dalam kehidupan. Hal ini dibahas dalam program dialog Ruang Obrolan Pro 2 (RONDA) bersama Nuur Azhiim Wulandari atau yang kerap disapa Nawa, dari PKBI Kalimantan Barat, Kamis, 23 April 2026.

Nawa menjelaskan bahwa overthinking merupakan kondisi ketika seseorang cenderung memikirkan sesuatu secara berlebihan, bahkan mengarah pada hal-hal negatif. Akibatnya, individu sering kali terjebak dalam kekhawatiran tanpa berfokus pada solusi yang dapat dilakukan.

Ia mengungkapkan bahwa banyak anak muda mengalami ketakutan untuk keluar dari zona nyaman akibat overthinking. Rasa takut gagal, penilaian orang lain, hingga kekhawatiran berlebihan menjadi faktor yang membuat seseorang ragu untuk melangkah.

Selain itu, terdapat keterkaitan antara overthinking dan rasa insecure. Kondisi ini diperparah oleh pengaruh lingkungan, seperti media sosial, keluarga, maupun pergaulan yang dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri.

Nuur Azhiim Wulandari dalam Dialog Ruang Obrolan Pro 2 (RONDA) (Foto: Tangkapan Layar Youtube Pro 2 Pontianak)

Untuk mengatasi overthinking, Nawa membagikan pengalaman pribadinya dengan menerapkan konsep dikotomi kendali yang dipelajarinya dari buku Filosofi Teras. Konsep tersebut mengajarkan bahwa ada hal-hal yang berada dalam kendali diri dan ada pula yang berada di luar kendali.

Menurutnya, sebagian besar overthinking justru berkaitan dengan hal-hal di luar kendali, seperti pendapat orang lain. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk mengalihkan pikiran tersebut dengan melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat. “Kebanyakan kita overthinking itu bagian dari orang lain. Solusinya adalah skip pemikiran itu dan langsung melakukan kegiatan yang bermanfaat,” katanya.

Nawa juga menceritakan pengalaman pribadinya yang pernah kehilangan kesempatan akibat overthinking. Namun, ia berusaha bangkit dengan mulai berkarya, seperti menulis dan membuat podcast sebagai langkah untuk melawan rasa tersebut.

Ia pun mendorong anak muda untuk menjadikan overthinking sebagai kekuatan, bukan kelemahan. “Jadikan overthinking dan galaumu menjadi kekuatan bagimu,” ujarnya.

Menutup perbincangan, Nawa mengajak generasi muda untuk lebih mengenali diri sendiri sebagai langkah awal mengatasi overthinking. “Mulailah mengenali diri sendiri dan memahami diri kalian, supaya tidak terus terjebak dalam pikiran berlebihan,” ucapnya.

Baca juga: Awas Kehilangan Kesempatan! Berani Mulai Atasi Overthinking

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....