Di Balik Segarnya Teh, Risiko Minum Teh usai Makan

  • 20 Apr 2026 13:50 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Banyak orang terbiasa menikmati secangkir teh setelah makan, entah itu teh manis hangat atau teh tawar sebagai penutup. Rasanya menyegarkan dan seolah membantu “membersihkan” mulut dari sisa makanan.

Namun, di balik kebiasaan ini, ada sejumlah alasan kesehatan yang membuat konsumsi teh setelah makan sebaiknya dihindari atau setidaknya ditunda. Salah satu alasan utama adalah kandungan tanin dalam teh.

Tanin merupakan senyawa alami yang dapat mengikat zat besi dari makanan, terutama zat besi non-heme yang banyak ditemukan pada sayuran dan biji-bijian. Ketika teh diminum segera setelah makan, tanin dapat menghambat penyerapan zat besi tersebut di dalam tubuh. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi meningkatkan risiko kekurangan zat besi, terutama bagi mereka yang sudah rentan anemia.

Selain itu, teh juga dapat mengganggu proses pencernaan. Setelah makan, tubuh memproduksi berbagai enzim dan asam lambung untuk memecah makanan.

Kandungan tertentu dalam teh bisa mempengaruhi kerja enzim ini, sehingga proses pencernaan menjadi kurang optimal. Akibatnya, seseorang bisa merasa kembung, tidak nyaman, atau bahkan mengalami gangguan lambung jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus.

Teh juga mengandung kafein, meskipun jumlahnya tidak sebanyak kopi. Kafein dapat merangsang sistem saraf dan meningkatkan produksi asam lambung.

Jika diminum setelah makan, terutama dalam kondisi perut yang sensitif, hal ini bisa memicu rasa tidak nyaman seperti perih atau refluks asam. Bagi sebagian orang, efek ini mungkin ringan, tetapi bagi yang memiliki masalah lambung, dampaknya bisa cukup signifikan.

Di sisi lain, minum teh langsung setelah makan juga bisa “mengencerkan” cairan pencernaan dalam lambung. Walaupun efek ini masih diperdebatkan, beberapa ahli percaya bahwa terlalu banyak cairan setelah makan dapat memperlambat proses pemecahan makanan. Ini berarti tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna makanan secara sempurna.

Meski begitu, bukan berarti teh harus dihindari sepenuhnya. Solusi terbaik adalah memberi jeda waktu sekitar 30–60 menit setelah makan sebelum minum teh.

Dengan cara ini, tubuh memiliki kesempatan untuk menyerap nutrisi penting dan menjalankan proses pencernaan dengan baik. Jadi, menikmati teh tetap bisa menjadi kebiasaan yang menyenangkan, asalkan dilakukan pada waktu yang tepat.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....