Waspada Malaria, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
- 13 Apr 2026 09:55 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Malaria masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama di wilayah endemis. Hal ini disampaikan dalam siaran “INDONESIA SEHAT - Bersatu Melawan Malaria” RRI Pro 1 Pontianak bersama dr. Fujiyanto, SpPD dari RS Bhayangkara Pontianak.
Dalam pemaparannya, dr. Fujiyanto menjelaskan bahwa malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Penularan terjadi saat nyamuk yang terinfeksi menggigit manusia sehat, kemudian parasit berkembang di hati sebelum menyerang sel darah merah.
Gejala khas malaria dikenal dengan trias malaria, yaitu menggigil hebat, demam tinggi, dan keringat berlebih. Pada beberapa kasus, demam dapat muncul secara berkala tergantung jenis parasit yang menginfeksi.
Ia menegaskan bahwa malaria bukan penyakit ringan dan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain infeksi otak yang memicu kejang dan penurunan kesadaran, gangguan fungsi hati dan limpa, hingga anemia berat akibat rusaknya sel darah merah.
“Malaria bisa berbahaya bahkan mematikan jika terlambat ditangani, sehingga penting untuk segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala,” ujar dr. Fujiyanto, Senin, 13 April 2026.
Upaya pencegahan menjadi langkah utama dalam memutus rantai penularan. Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan menghilangkan genangan air serta tumpukan sampah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain itu, perlindungan diri juga penting dilakukan, seperti menggunakan kelambu saat tidur, mengenakan pakaian tertutup, serta memakai losion anti nyamuk, terutama pada malam hari ketika nyamuk Anopheles aktif.
Bagi masyarakat yang akan bepergian ke daerah endemis, penggunaan obat pencegahan atau profilaksis dapat menjadi langkah tambahan. Obat malaria tidak dijual bebas dan umumnya tersedia melalui program pemerintah.
Dalam proses pemulihan, pola hidup sehat juga berperan penting. Konsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, serta menjaga kesehatan mental dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
“Tidak ada pantangan khusus, justru yang dibutuhkan adalah asupan gizi yang cukup dan kondisi tubuh yang fit agar proses penyembuhan lebih optimal,” jelasnya.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin waspada terhadap malaria serta aktif melakukan langkah pencegahan guna menekan angka penularan dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....