Cara Mencegah Stunting dan Anemia dengan ASI dan MP-ASI yang Benar

  • 22 Feb 2026 22:36 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Program Indonesia Sehat edisi 20 Februari 2026 mengangkat tema "ASI dan MP-ASI Tepat: Kunci Cegah Stunting dan Anemia pada Anak" dengan menghadirkan Lidya Kurniawati, A.Md.Gz sebagai narasumber. Dalam perbincangan tersebut dibahas pentingnya pemenuhan gizi sejak dini untuk mencegah masalah kesehatan seperti stunting dan anemia.

Lidya menyatakan bahwa stunting dan anemia pada anak memiliki penyebab yang hampir serupa, yakni kurangnya asupan makanan dan gizi yang memadai. Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi sejak awal kehidupan menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Terkait peran ASI, ia menjelaskan,

“Nah, ASI ini bisa dibilang sebagai pondasi kehidupan terutama pada usia 0–6 bulan, karena sebenarnya 0–6 bulan itu, ASI saja sudah cukup," kata Lidya.

Ia menambahkan, ASI dibilang pencegah stunting karena mengandung semua zat gizi makro dan mikro yang dibutuhkan oleh bayi. ASI ini bukan hanya sebagai makanan, tapi perlindungan pertama untuk anak.

Selain mendukung pertumbuhan fisik, ASI juga berperan dalam perkembangan otak, memperkuat sistem imun, serta menjaga kesehatan pencernaan bayi.

“Perlu dilakukan pemberian ASI untuk membantu perkembangan otak, membantu sistem imunnya jadi lebih kuat, dan pencernaannya juga jadi lebih baik," ucap Lidya.

Namun, produksi ASI yang kurang kerap dipengaruhi oleh frekuensi dan durasi menyusui yang terlalu singkat serta perlekatan yang kurang tepat. Semakin lama bayi menyusu, semakin banyak ASI yang diproduksi. Lidya juga menekankan bahwa kandungan lemak esensial paling banyak terdapat pada ASI bagian akhir, yang berperan penting dalam membantu peningkatan berat badan anak.

Sementara itu, terkait makanan pendamping ASI (MP-ASI), ia menjelaskan, Jadi MP-ASI ini bukan sekadar bubur atau pengganjal untuk lapar, tapi MP-ASI ini dia harus memenuhi kebutuhan energi, protein, dan zat gizi mikro yang sesuai dengan kebutuhannya. MP-ASI diberikan dari usia 6 bulan sampai usia 2 tahun.

"Pemberian MP-ASI dimulai sejak usia 6 bulan karena pada usia tersebut sistem pencernaan bayi sudah lebih siap menerima makanan tambahan serta mulai belajar mengenal tekstur," ujar Lidya.

Adapun prinsip dalam pemberian MP-ASI meliputi:

  1. Dimulai sejak usia 6 bulan
  2. Adekuat, yakni cukup energi, protein, dan sesuai kebutuhan anak
  3. Aman dan higienis
  4. Responsif, orang tua tidak memaksa anak saat makan

Lidya juga menyoroti pentingnya konsumsi putih dan kuning telur secara bersamaan karena kuning telur mengandung vitamin serta lemak yang dibutuhkan untuk membantu kenaikan berat badan anak. Olahan telur pun tidak harus selalu direbus, tetapi bisa dibuat telur dadar, orak-arik, maupun telur kukus. Kreativitas orang tua dalam mengolah makanan sangat berpengaruh terhadap minat makan anak.

Terkait GTM atau gerakan tutup mulut pada anak, Lidya menegaskan agar orang tua tidak memaksa anak makan. Paksaan justru dapat membuat anak semakin menolak. Orang tua disarankan mencari penyebab GTM dan mengatasinya secara bertahap. Anak tetap harus mendapatkan nutrisi meski belum sesuai kebutuhan ideal, misalnya dengan memberikan porsi kecil tetapi lebih sering, serta mulai membiasakan jadwal makan yang teratur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....