Remaja Sehat Awal Pencegahan Stunting Sejak Dini
- 08 Feb 2026 19:46 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Upaya pencegahan stunting tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai sejak usia remaja. Hal tersebut disampaikan dalam program kesehatan dengan tema “Cegah Stunting dengan Rutin Minum Tablet Tambah Darah” bersama narasumber Hairunisa, Nutrisionis UPT Puskesmas Gang Sehat.
Hairunisa menjelaskan bahwa kondisi anemia pada ibu hamil kerap kali sudah terjadi sejak usia remaja. Jika penanganan baru dilakukan saat kehamilan, hasilnya tidak akan optimal. Oleh karena itu, intervensi harus ditarik lebih awal dengan fokus pada remaja putri agar mereka memasuki usia reproduksi dalam kondisi sehat.
Ia juga menegaskan bahwa saat ini pemerintah telah memiliki program khusus pemberian tablet tambah darah. “Sekarang itu ada program pemerintah yaitu pemberian tablet tambah darah untuk anak remaja putri dan wajib juga diberikan kepada ibu hamil,” ujar Hairunisa, Minggu, 8 Februari 2026.
Tablet tambah darah diberikan kepada remaja putri usia 12 hingga 18 tahun, bahkan bisa diberikan sebelum usia tersebut apabila sudah mengalami menstruasi. Konsumsi tablet ini penting untuk membantu pembentukan sel darah merah baru yang luruh saat menstruasi, mengingat tablet tambah darah mengandung zat besi yang tinggi.
“Remaja putri minum tablet tambah darah sebulan sekali, apabila dalam kondisi menstruasi itu bisa diminum setiap hari untuk mengganti sel darah merah yang keluar,” ucap Hairunisa.
Hairunisa menambahkan bahwa konsumsi tablet tambah darah wajib dilakukan minimal satu kali dalam seminggu secara rutin sepanjang tahun.
Lebih lanjut, Hairunisa menyampaikan manfaat jangka panjang dari konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri. “Pastinya nanti dia jadi remaja yang tidak mudah lelah, lemah, letih, lesu, lunglai, itu yang utama bagi remaja putri,” kata Haitunisa.
Hairunisa menjelaskan, anemia kerap membuat remaja mengantuk dan sulit berkonsentrasi. Dengan konsumsi tablet tambah darah secara rutin, distribusi oksigen dalam tubuh menjadi lebih optimal sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan prestasi belajar.
Terkait masih rendahnya kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, Hairunisa mengungkapkan bahwa faktor orang tua menjadi salah satu penyebab utama. Saat sosialisasi di sekolah, masih banyak orang tua yang melarang anaknya mengonsumsi tablet tambah darah karena mengira sebagai obat. Padahal, tablet tambah darah merupakan suplemen tambahan untuk meningkatkan zat besi dan mengoptimalkan kesehatan tubuh remaja agar lebih sehat dan siap menghadapi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....