Sehat Itu Pilihan, Bukan Kebetulan

  • 26 Jan 2026 21:39 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Menjaga kesehatan sering kali baru menjadi perhatian ketika tubuh mulai memberi tanda kelelahan. Padahal, pola hidup sehat seharusnya dibangun sejak dini sebagai bentuk investasi jangka panjang.

Hal inilah yang dibahas dalam program Ronda (Ruang Obrolan Pro 2) di Pro 2 RRI Pontianak, Rabu, 21 Januari 2026 lalu, bersama dokter muda dr. Abi Sarwan Zharif. Dipandu penyiar Naufal, perbincangan malam itu mengangkat tema “Dapatkan Sehat dengan CERDIK”.

Tema ini dipilih untuk mengajak pendengar, khususnya anak muda, memahami bahwa hidup sehat tidak selalu rumit. Namun, bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Dr. Abi menjelaskan bahwa CERDIK merupakan singkatan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Program ini digaungkan Kementerian Kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan metabolik lainnya.

Menurut dr. Abi, cek kesehatan secara berkala penting dilakukan meskipun seseorang merasa sehat. “Minimal satu kali setahun untuk usia muda, supaya kita tahu progres kesehatan tubuh. Jangan menunggu sakit baru periksa,” ujarnya seraya juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang kerap mendiagnosis diri sendiri, sehingga enggan datang ke fasilitas kesehatan.

Dalam sesi tersebut, dr. Abi menyinggung pola konsumsi gula yang berlebihan, terutama dari minuman kekinian. Kandungan gula yang tinggi, kata dia, tidak hanya memicu diabetes, tetapi juga menyebabkan tubuh cepat lelah dan mengantuk. Hal ini terjadi karena metabolisme tubuh bekerja lebih cepat akibat lonjakan gula darah.

Topik lain yang mendapat perhatian adalah bahaya asap rokok. Dr. Abi menegaskan bahwa merokok di dekat orang lain, terutama anak-anak dan ibu hamil, merupakan tindakan yang merugikan. “Asap rokok tidak hanya menyakiti diri sendiri, tapi juga orang di sekitar. Anak-anak sangat rentan karena saluran pernapasannya masih kecil,” katanya.

Pada aspek aktivitas fisik, dr. Abi menekankan bahwa olahraga tidak selalu berarti aktivitas berat. Jalan kaki, menyapu rumah, naik tangga, hingga membantu pekerjaan rumah tangga sudah termasuk aktivitas fisik ringan yang bermanfaat jika dilakukan rutin. Idealnya, aktivitas fisik dilakukan minimal 30 menit per hari atau setidaknya mencapai 1.000 langkah.

Soal pola makan, dr. Abi mengingatkan pentingnya prinsip Isi Piringku, yang menekankan keseimbangan antara makanan pokok, sayur, dan buah. Diet sehat, menurutnya, bukan berarti tidak makan, tetapi mengatur porsi dan variasi nutrisi agar kebutuhan tubuh terpenuhi dengan baik.

Istirahat dan pengelolaan stres juga menjadi sorotan. Tidur malam selama 7–8 jam dinilai penting karena proses pemulihan tubuh berlangsung optimal pada malam hari.

Sementara untuk stres, setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengelolanya, mulai dari olahraga, mendengarkan musik, hingga meluangkan waktu untuk diri sendiri. Namun, jika stres sudah mengarah pada depresi berat, dr. Abi menyarankan untuk segera mencari bantuan profesional.

Menutup perbincangan, dr. Abi mengingatkan bahwa kesehatan sering ditempatkan sebagai prioritas kesekian. Padahal, tanpa kesehatan, semua pencapaian menjadi tidak berarti. “Investasi terbaik adalah investasi kesehatan. Karena ketika kita sakit, segalanya bisa terhenti,” katanya, menambahkan.

Program Ronda Pro 2 Pontianak melalui diskusi ini kembali menegaskan perannya sebagai ruang edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus mengajak pendengar untuk lebih sadar dan cerdas dalam menjaga kesehatan sejak sekarang.

Baca juga: Kebiasaan Sehat, Tantangan Anak Muda

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....