Edukasi Kekerasan dan Kesehatan Seksual Teman Tuli Mempawah
- 25 Jan 2026 15:36 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Maktab Tuli As-Sami’ dan Yayasan Akar Semesta Setara melaksanakan kegiatan goes to SLBN Mempawah dalam rangka sosialisasi pencegahan kekerasan serta edukasi kesehatan seksual dan reproduksi bagi peserta didik Tuli, pada Kamis, 23 Januari 2026. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan tausiah dalam bahasa isyarat yang bertujuan memperkuat pemahaman nilai moral dan spiritual peserta. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SLBN Mempawah ini disambut antusias oleh para siswa dan guru. Sosialisasi difokuskan pada pemahaman bentuk-bentuk kekerasan, cara melindungi diri, serta hak atas kesehatan seksual dan reproduksi yang aman dan bermartabat, khususnya bagi teman-teman disabilitas.
Ketua Yayasan Bhakti Arumi Delangga Fakhrul Maulana, menegaskan komitmen yayasan dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Edukasi yang inklusif dan ramah disabilitas merupakan langkah penting dalam mencegah kekerasan serta membangun kesadaran diri sejak dini.
“Yayasan Bhakti Arumi Delangga dan Yayasan Akar Semesta Setara hadir dan bergerak untuk teman-teman disabilitas agar mereka dapat memperoleh haknya secara utuh, terutama hak atas kesehatan seksual dan reproduksi serta hak pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Fakhrul.
Sementara itu, Kepala SLBN Mempawah Dewi Triyani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Akar Semesta Setara di SLB Negeri Mempawah. Dirinya juga mengatakan bahwa materi yang disampaikan tidak rumit hingga mudah dipahami para penyandang disabilitas.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan, khususnya bagi anak-anak disabilitas yang memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap kekerasan seksual. Materi yang disampaikan mudah dipahami, metode penyampaiannya ramah anak, dan sangat membantu anak-anak mengenali bagian tubuh pribadi serta berani mengatakan tidak dan melapor jika terjadi hal yang tidak aman," kata Dewi.
Edukasi membahas tentang tubuh, batasan diri, dan keamanan harus diberikan sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Selain itu, masyarakat diharapkan tidak menutup mata jika melihat tanda-tanda kekerasan, serta berani melaporkan dan memberikan dukungan kepada korban. Teman-teman disabilitas memiliki hak yang sama untuk hidup aman, dihargai, dan dilindungi.
Dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Zahraini, yang mengangkat tema pencegahan kekerasan seksual. Dalam penyampaiannya, Zahraini menekankan pentingnya edukasi sejak dini bagi anak-anak disabilitas agar mampu mengenali Batasan tubuh, memahami situasi beresiko, serta berani melaporkan apabila mengalami atau melihat Tindakan kekerasan.
Adapun tausiah menggunakan bahasa isyarat yang disampaikan oleh teman tuli Faiz yang didampingi Reza sebagai tarjim. Tausiah tersebut menekankan pentingnya pemahaman agama bagi anak sejak usia dini sebagai pondasi dalam membentuk karakter, menjaga diri, serta menanamkan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan Goes to SLBN Mempawah ini, Maktab Tuli As Sami dan komunitas berharap dapat meningkatkan kesadaran, keberanian, serta pemahaman teman-teman Tuli terhadap hak-hak dasar mereka. Menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkeadilan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....