Desa Sungai Enau Jadi Model Penanganan Stunting
- 12 Jul 2026 07:01 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Desa Sungai Enau terus menunjukkan komitmennya dalam upaya percepatan penanganan stunting melalui berbagai inovasi berbasis masyarakat. Salah satu program unggulannya adalah pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pemenuhan gizi keluarga, yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Wahana Visi Indonesia, Kamis, 9 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang berbagi praktik baik mengenai upaya pencegahan dan penanganan stunting yang melibatkan pemerintah desa, kecamatan, kader kesehatan, serta masyarakat.
Melalui inovasi ini, setiap keluarga didorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam berbagai jenis sayuran, tanaman pangan, serta komoditas bergizi lainnya. Hasil dari pekarangan tersebut dimanfaatkan sebagai sumber pangan sehari-hari sehingga kebutuhan gizi keluarga, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara Pemerintah Desa Sungai Enau, Balai Keluarga Berencana beserta Kecamatan Kuala Mandor B dan Wahana Visi Indonesia menjadi salah satu kunci keberhasilan program. Selain memberikan pendampingan kepada masyarakat, kerja sama ini juga memperkuat edukasi mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang serta pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Program ini menjadi bukti bahwa penanganan stunting tidak hanya berfokus pada intervensi kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang sebelumnya belum optimal, masyarakat dapat menghasilkan sumber pangan bergizi sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.
"Harapannya Desa Sungai Enau ini dapat menjadi desa model penanganan stunting melalui inovasi pemanfaatan pekarangan yang dilakukan. Maka dari itu saya mengajak seluruh masyarakat dapat termotivasi untuk mengembangkan program ini bukan hanya di 1 desa saja tapi diseluruh desa se-Kecamatan Kuala Mandor B," kata Camat Kuala Mandor B, Brian Kurniawan, menjelaskan.
Melalui inovasi tersebut, Desa Sungai Enau diharapkan dapat menjadi desa model penanganan stunting yang mampu menginspirasi desa-desa lain dalam mengembangkan program serupa. Semangat kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan potensi lokal menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat, bebas stunting, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....