Dinkes Pontianak Catat 2.415 Kasus TBC Sepanjang 2025
- 30 Des 2025 15:16 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mencatat adanya tren kenaikan penemuan kasus penyakit di masyarakat sepanjang tahun 2025. Salah satu yang menjadi sorotan tajam adalah Tuberkulosis (TBC), di mana hingga awal Desember 2025, tercatat sebanyak 2.415 kasus ditemukan di wilayah Kota Pontianak.
Kepala Dinkes Kota Pontianak, Saptiko, menjelaskan bahwa kenaikan angka ini merupakan hasil dari perubahan strategi pemerintah daerah yang lebih proaktif. Jika sebelumnya petugas hanya menunggu pasien di puskesmas, rumah sakit atau fasilitas kesehatan, kini tim medis terjun langsung ke masyarakat melalui jemput bola.
"Angka temuan meningkat karena kami merubah strategi. Kami jemput bola mencari ke masyarakat dengan tujuan agar kasus segera ditemukan dan diobati. Dengan begitu, rantai penularan ke orang lain bisa segera diputus," ujar Saptiko di Pontianak, Selasa (30/12/2025).
Untuk mengoptimalkan penanganan, Pemkot Pontianak telah membentuk lima Kelurahan Siaga TBC untuk membantu memantau kepatuhan pasien dalam meminum obat yang memakan waktu minimal enam bulan.
"Fungsi kelurahan siaga ini adalah meningkatkan peran masyarakat dalam menemukan warga yang bergejala, membawa mereka ke layanan kesehatan, serta menjadi pengawas minum obat agar pengobatan tidak terputus," kata Saptiko.
Selain fokus pada penyakit menular seperti TBC yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, Dinkes Pontianak juga menyoroti masuknya Penyakit Tidak Menular (PTM) ke dalam jajaran 10 besar penyakit paling mematikan dan sering dikeluhkan masyarakat pada tahun 2025. Faktor pemicunya dari faya hidup, termasuk kebiasaan merokok, menjadi pemicu utama.
Saptiko mengingatkan bahwa penularan TBC sangat cepat melalui udara saat penderita batuk. Namun, ia juga menekankan pentingnya pencegahan penyakit tidak menular melalui layanan fasilitas kesehatan. Saat ini, pengobatan rutin tetap berpusat di Puskesmas, rumah sakit, dan klinik-klinik yang tersebar di seluruh kecamatan.
Masyarakat diimbau untuk segera melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala batuk berkepanjangan dan tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna menekan angka persebaran penyakit menular maupun tidak menular di Kota Pontianak. (oki)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....