Gaya Hidup Sehat Melalui Pola Makan Sehat

  • 20 Des 2025 07:05 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Gaya hidup sehat adalah perilaku kehidupan kita sehari hari, baik pola makan, pola tidur, pola aktivitas fisik termasuk dalam pola hidup sehat. Selain itu, gaya hidup sehat juga dilihat bagaimana seseorang mampu mengatasi stres maupun beban hidup untuk menjadi sehat.

“Gaya hidup sehat sudah mulai kita terapkan pada anak anak kita dan kita ajarkan. Jadi, pola hidup sehat bukan saja untuk dewasa, lansia, tapi juga untuk semua kalangan,” ujar DR. Agustina Arundina, S.Gz., MPH., Dietisien, anggota DPD Persagi Provinsi Kalimantan Barat dalam “Indonesia Sehat” di Pro 1 RRI Pontianak, Jum’at (19/12/2025).

Agustina mengatakan bahwa penyakit yang timbul, berawal dari pola makan tidak terkontrol. Seseorang yang tidak memperhatikan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang tinggi garam, gula, dan lemak akan timbul penyakit seperti hipertensi, dalam dunia medis dikenal dengan silent disease.

“Penyakit ini datangnya tidak diketahui, baru tau nanti kalau sudah ada serangan, saat tensi sudah 200, gejala awalnya tidak terlalu tampak, paling pegal pegal, capek di tengkuk. Tiba-tiba kita sudah lemas, tidak bisa bangun, lengan tidak bisa digerakkan, pipi kebas-kebas, ini awal dari tensi yang tidak terkontrol,” ujarnya.

Merujuk Kementerian Kesehatan RI maupun WHO, lanjutnya, ada batasan konsumsi gula, garam, lemak per hari. Untuk konsumsi gula minimal 4 sdm per hari, garam 1 sdt, dan lemak 5 sdm minyak goreng.

“Semua produk harus dilihat ingredient-nya, tanpa kita sadari ternyata banyak garamnya, belum lagi lemak. Tanpa disadari sebenarnya pemakaian minyak kita banyak dalam sehari,” ucapnya.

Sesuai pedoman gizi seimbang, konsumsi karbohidrat, protein, lemak, wajib diterapkan untuk mendukung pola makan sehat. Pentingnya mengetahui dan menghitung status gizi dari berat dan tinggi badan seseorang.

“Berat badan dibagi tinggi badan dalam meter pangkat dua, nanti standard normalnya adalah 18,5-22,9 menurut WHO Asia Pasifik, lebih dari angka 22,9 disebut overweight/obesitas. Di bawah 18,5 disebut underweight/gizi kurang,“ katanya, menjelaskan.

Lebih lanjut Agustina menyampaikan bahwa makan harus sesuai gizi seimbang, dengan isi piring yang terdiri dari ¾ karbohidrat, ¾ sayur, ¼ protein, dan ¼ buah. “Sayur harus sebanyak karbohidrat, jika karbohidrat segenggam, maka sayurnya juga segenggam,” ujarnya.

Perilaku hidup sehat perlu konsumsi gizi seimbang, olah raga teratur, atur pola tidur, dan kelola stres. “Makan harus sesuai gizi seimbang, olah raga minimal 30 menit per hari. Perlunya mengatur pola tidur, jangan begadang setiap hari, istirahat penting untuk metabolisme tubuh. Poin penting lainnya adalah kelola stres,” ujarnya, mengakhiri.

Baca juga: Sepuluh Pesan Gizi Seimbang pada Anak Usia Sekolah

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....