Borneo Heritage FDKI IAIN Pontianak Bedah Buku Pendidikan Perempuan dan Keluarga

  • 03 Okt 2026 12:53 WIB
  •  Pontianak

RRI CO.ID, Pontianak - Borneo Heritage Forum menyelenggarakan Seminar dan Bedah Buku dengan tema "Urgensi Pendidikan Perempuan dalam Memperkuat Ketahanan Keluarga Muslim di Kalimantan Barat" pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB berlangsung di Ruang Baca Perpustakaan IAIN Pontianak.

Seminar ini menghadirkan dua guru besar IAIN Pontianak sebagai narasumber, yaitu Prof. Dr. Dahlia Haliah Ma'u, S.Ag., M.H.I. dan Prof. Dr. Rianawati, M.Ag. Keduanya membahas peran strategis pendidikan bagi perempuan dalam membangun keluarga muslim yang tangguh, khususnya dalam konteks sosial dan budaya masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar).

Dr. Patmawati, selaku ketua BHF menyatakan, seminar dan bedah buku kali ini sengaja berkolaborasi dengan Perpustakaan IAIN Pontianak, berharap dapat lebih mengenalkan masyarakat luas adanya acara BHF sebagai upaya Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam berkonstribusi bagi kemajuan literasi di Kalbar.

Dr. M. Hardi selaku Kepala Perpustakaan IAIN Pontianak, sangat mengapresiasi seminar dan bedah buku ini, sebagai upaya menumbuhkan kedekatan masyarakat dengan perpustakaan, sekaligus, menumbuhkan budaya literasi di lingkungan kampus.

Menurut Prof. Dr. Dahlia, ketahanan keluarga di Indonesia ataupun di Kalbar menjadi sangat urgen untuk disosialisasikan, dimusyawarahkan ataupun diwujudkan, karena keluarga tiang negara. Di keluarga juga pertama dan utama, kita mentransfer pendidikan, agar tidak terjadi lagi tingkat ketahanan keluarga yang sudah rapuh, melalui perceraian yang terjadi, maka perlu upaya berupa bagaimana kita menguatkan keluarga, meminimalisir angka perceraian. Ketahanan yang dimaksud itu ada lima pilar atau pondasi penting bagi setiap keluarga, yaitu ketahanan spritual, relasional, ekonomi, sosial budaya, dan ketahanan digital. Dalam konteks agama, yang mesti dikokohkan yaitu iman, akhlak, dan amal yang terwujud lewat realisasi yang dipoles dengan pengetahuan atau ilmu yang mesti dimiliki di setiap unsur keluarga.

Sementara Prof. Dr. Rianawati, menjelaskan mempertahankan ketahanan keluarga dari segi pernikahan, perceraian maupun pengaruh LGBT. Karena tingkat perceraian maupun isu LGBT sangat marak terjadi, termasuk di Pontianak, dan ini sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, para ormas, pihak kampus, sekolah dan pihak lain, dapat bekerja sama mengedukasi masyarakat.

Prof. Rianawati menambahkan, peran orang tua menjadi teladan dalam ketahanan keluarga. Orang tua tidak harus menjadi Profesor atau pejabat, terpenting adalah memberikan sesuatu yang sederhana kepada anak-anak. Terlebih di era digital, kedekatan emosional orang tua lebih kuat daripada sekadar larangan.

Acara seminar dan bedah buku ini diakhiri dengan diskusi dengan para peserta yang hadir, yaitu dari dosen dan mahasiswa IAIN Pontianak, pengunjung perpustakaan, organisasi masyarakat yaitu Muslimat NU, 'Aisyiyah, Salimah, BKMT, Pokdarwis Kampung Arab yang berlangsung hangat dan interaktif. Rekomendasi dari kegiatan ini kepada semua pihak sebagai bentuk menjaga ketahanan keluarga adalah, perlu pemetaan dan identifikasi cerai gugat kemudian dilakukan kolaborasi dengan organisasi masyarakat, Pemda, akademisi untuk sosialisasi dan pendampingan dalam rangka menjaga ketahanan keluarga di Kota Pontianak khususnya di Kalbar pada umumnya.

Penulis: Juniawati

Baca juga: Yayasan Akar Semesta Setara dengan IAIN Pontianak, Nobar Teman Disabilitas

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....