KKL IAIN Nusapati 1 Dorong Pendidikan Inklusi

  • 17 Agt 2026 08:43 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Sungai Pinyuh - Kelompok Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Nusapati 1 menggelar kegiatan sekolah inklusi di SDN 13 Sungai Pinyuh dengan mengangkat tema “Pendidikan Inklusif di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aksesibel, Setara dan Ramah bagi Semua.” Kegiatan tersebut diikuti oleh guru SDN 13 Sungai Pinyuh, mahasiswa KKL Nusapati 1, serta orang tua peserta didik pada Jum'at, 14 Agustus 2026.

Kegiatan ini menghadirkan M. Fakhrul Maulana dari Maktab Tuli As-Sami sebagai pemateri. Kehadiran pemateri diharapkan dapat memberikan perspektif dan pemahaman yang lebih luas kepada peserta mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu menerima dan menghargai keberagaman peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diajak memahami konsep pendidikan inklusif, tetapi juga melihat pentingnya membangun pola komunikasi dan lingkungan belajar yang dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta kesempatan yang setara bagi setiap anak.

Kepala SDN 13 Sungai Pinyuh, Wardah, M.Pd., menegaskan bahwa sekolah inklusi bukan sekadar menerima peserta didik berkebutuhan khusus, melainkan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap peserta didik untuk berkembang.

“ Sekolah inklusi bukan sekadar menerima peserta didik berkebutuhan khusus, tetapi memberikan kesempatan yang setara untuk berkembang. Guru perlu membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menghargai perbedaan,” ujar Wardah.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan pemahaman guru, orang tua, dan masyarakat mengenai pendidikan inklusif. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan inklusi tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan berbagai pihak.

Sementara itu, Ketua Kelompok KKL Nusapati 1, Fajar Abdurrahman, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih ramah dan setara.

“ Bagi saya, pendidikan inklusif bukan hanya tentang memberikan ruang kepada anak-anak berkebutuhan khusus untuk belajar, tetapi tentang bagaimana kita sebagai lingkungan pendidikan mampu memastikan bahwa tidak ada anak yang merasa berbeda, tersisih, atau tidak memiliki kesempatan,” ungkap Fajar.

Ia menambahkan bahwa pendidikan inklusif membutuhkan kesadaran bersama. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam proses pembelajaran, tetapi dukungan orang tua, mahasiswa, dan masyarakat juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif.

Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi bersama antara guru, orang tua, mahasiswa KKL Nusapati 1, dan pemateri. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu pendidikan inklusif memiliki relevansi yang kuat dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih terbuka terhadap keberagaman.

Melalui kegiatan ini, KKL Nusapati 1 berharap semangat pendidikan inklusif dapat terus diterapkan dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Pendidikan yang inklusif pada akhirnya bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi tentang memastikan setiap anak mendapatkan ruang yang aman, kesempatan yang setara, dan dukungan untuk berkembang sesuai dengan potensinya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....