Kalimantan Masih Kekurangan Arsitek, Lulusan PPAR Diharapkan Penuhi Kebutuhan

  • 27 Jul 2026 21:43 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kebutuhan arsitek profesional di Pulau Kalimantan dinilai masih jauh dari ideal. Kehadiran lulusan pertama Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAR) di Kalimantan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di bidang arsitektur sekaligus mendukung pembangunan kawasan.

Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Budi Yulianto, mengatakan jumlah arsitek yang terdaftar di Kalimantan masih belum sebanding dengan kebutuhan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama di tengah pesatnya pembangunan di wilayah Kalimantan.

"Dari sekitar 8.500 arsitek yang teregister di Indonesia, satu Pulau Kalimantan mungkin baru sekitar seribuan lebih. Rasio arsitek itu seharusnya 1 banding 15 ribu penduduk, sedangkan sekarang masih sekitar 1 banding 39.800. Artinya, jumlah arsitek kita masih sangat kurang," ujar Budi usai prosesi pelepasan lulusan perdana PPAR Universitas Tanjungpura, Senin, 27 Juli 2026 di Pontianak.

Dirinya menilai Kalimantan membutuhkan perhatian khusus dalam penyediaan tenaga arsitek profesional. Menurutnya, pembangunan yang terus berkembang harus diimbangi dengan kehadiran arsitek yang memahami karakter wilayah agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Kalimantan memang sempat menjadi perhatian karena adanya IKN. Menurut saya, pembangunan itu harus dikawal betul oleh orang Kalimantan sendiri supaya tidak bertambah rusak seperti yang sudah-sudah. Karena itu, perlu kita dorong agar PPAR semakin banyak di Kalimantan dan jumlah arsitek sesuai dengan kebutuhan daerah," katanya.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, IAI mendorong semakin banyak perguruan tinggi membuka Program Pendidikan Profesi Arsitek. Selain itu, organisasi profesi juga akan mempercepat proses sertifikasi bagi arsitek yang telah memenuhi persyaratan kompetensi.

"Jangka menengah dan panjangnya tentu kita harus memperbanyak sekolah yang memiliki PPAR. Di sisi lain, teman-teman yang sudah memiliki kualifikasi juga akan kami dorong mengikuti program konversi maupun uji kompetensi agar bisa segera memperoleh lisensi sebagai arsitek profesional," ucapnya.

Budi mengapresiasi Universitas Tanjungpura yang berhasil meluluskan angkatan pertama Pendidikan Profesi Arsitek di Kalimantan. Ia berharap kehadiran program tersebut dapat menjadi salah satu solusi dalam mencetak lebih banyak arsitek yang kompeten dan berintegritas.

"Kami dari pengurus nasional sangat mengapresiasi dan bahagia karena akhirnya di Pulau Kalimantan ada PPAR yang sudah bisa meluluskan angkatan pertamanya. Ini menjadi kontribusi yang cukup signifikan terhadap penambahan jumlah arsitek di Indonesia," tuturnya.

Prosesi tersebut menandai langkah awal para lulusan untuk melanjutkan tahapan magang profesi sebelum mengikuti uji kompetensi arsitek. Kehadiran lulusan baru diharapkan dapat memperkuat kualitas perencanaan pembangunan sekaligus menjawab kebutuhan tenaga arsitek profesional di Kalimantan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....