Sekolah Cerlang Libatkan Orang Tua dalam MPLS, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Anak
- 20 Jul 2026 12:26 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Sekolah Alam Terpadu Cerlang Pontianak mengawali Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan melibatkan orang tua dalam berbagai aktivitas bersama peserta didik. Pendekatan ini dilakukan untuk memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah sejak awal tahun ajaran baru.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026 itu diawali dengan sesi perkenalan yang diikuti guru, siswa baru, dan orang tua. Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti aktivitas yang telah disiapkan oleh pihak sekolah.
Para ayah mendapat kesempatan memasak makan siang bersama menggunakan bahan makanan yang dibawa dari rumah oleh masing-masing anak. Sementara itu, para ibu menyiapkan perlengkapan belajar di ruang kelas, sedangkan anak-anak mengikuti permainan dan kegiatan kreatif sebagai bagian dari proses adaptasi dengan lingkungan sekolah.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta menikmati makan saprahan bersama. Hidangan yang disajikan merupakan hasil masakan para ayah, sedangkan anak-anak dari jenjang PAUD, TK, hingga SD turut berpartisipasi dengan menyiapkan buah-buahan sebagai menu penutup.
Pendiri Sekolah Alam Terpadu Cerlang, Sri Wartati, mengatakan keterlibatan orang tua dalam MPLS merupakan bagian dari filosofi pendidikan yang diterapkan sekolah. Menurutnya, proses mengenal lingkungan sekolah tidak hanya penting bagi anak, tetapi juga bagi keluarga.
"Di Cerlang, MPLS tidak hanya diperuntukkan bagi anak. Justru sebagian besar kegiatannya melibatkan orang tua. Selain memperkenalkan program sekolah, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi agar para orang tua saling mengenal," ujar Sri.
Sri menjelaskan seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti kegiatan secara bersama tanpa dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan. Setelah itu, anak-anak baru diarahkan ke kelompok kelas masing-masing sesuai tingkatannya.
Sri menilai pendekatan tersebut dapat membangun komunikasi yang lebih baik antara orang tua, guru, dan sesama keluarga peserta didik. Dengan demikian, proses pendampingan anak selama belajar di sekolah dapat berjalan lebih selaras.
"Guru pertama dan utama bagi anak adalah orang tua dan keluarganya. Sekolah berperan sebagai mitra yang membantu proses pendidikan tersebut. Karena itu, kami mendorong orang tua untuk terlibat dalam setiap tahapan perkembangan anak," katanya.
Sri menambahkan, sebagian besar waktu anak dihabiskan bersama keluarga sehingga pembentukan karakter lebih banyak berlangsung di lingkungan rumah. Oleh sebab itu, keterlibatan orang tua dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat anak mudah menerima berbagai pengaruh dari luar. Karena itu, rumah harus tetap menjadi tempat yang memberikan rasa aman sekaligus menjadi pijakan utama dalam membangun karakter anak.
"Rumah harus tetap menjadi tempat anak kembali, sedangkan orang tua menjadi pegangan utamanya. Di tengah arus teknologi dan informasi yang begitu cepat, anak membutuhkan jangkar yang kokoh. Tanpa keterlibatan orang tua, anak akan lebih mudah terbawa berbagai pengaruh dari luar," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....