SDN 14 Pontianak Kota, SD Digital Pertama Indosat

  • 11 Des 2025 21:17 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: SD Negeri 14 Pontianak Kota resmi menjadi SD pertama di Kota Pontianak yang mengadopsi konsep Sekolah Digital. Program tersebut diluncurkan pada Kamis (11/12/2025).

Program yang diinisiasi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) ini mengusung tema “Belajar Digital Sejak Dini untuk Masa Depan” sebagai upaya membangun fondasi literasi digital sejak bangku sekolah dasar. IOH memberikan perangkat HiFi Air untuk mendukung aktivitas belajar digital di sekolah tersebut.

Executive Vice President (EVP) Head of Circle Kalisumapa IOH, Swandi Tjia, mengatakan bahwa pemilihan sekolah dasar (SD) sebagai sasaran utama bukan tanpa alasan. Menurutnya, proses belajar teknologi idealnya dimulai sedini mungkin.

“Banyak negara maju memulai pendidikan digital dari level paling bawah. Karena mereka adalah generasi penerus, dan pada usia ini daya tangkap serta kreativitas mereka jauh lebih baik,” ujar Swandi.

Executive Vice President ( EVP) Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchinson, Suwandi Tjia saksikan langsung kemampuan siswa-siswi SDN 14 tunjukkan sebagai SD Digital dukungan Indosat (Foto: RRI/Harmanta).

“Tidak butuh waktu lama bagi anak-anak untuk menguasai teknologi bila dibiasakan sejak dini, karena itu kami mulai dari adik-adik SD,” katanya.

Swandi menjelaskan bahwa SD Negeri 14 Pontianak Kota merupakan sekolah pertama di Pontianak yang menjadi model Sekolah Digital dari IOH. Pihaknya bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak tengah memetakan jumlah sekolah dasar yang ada untuk menentukan perluasan program.

“Tahap pertama, kami mulai dari 10 sekolah dulu. Selanjutnya akan berlanjut satu per satu,” katanya, menjelaskan.

Ia menegaskan, program ini selaras dengan inisiatif pemerintah yang mulai mengalokasikan perangkat smartboard ke sekolah-sekolah. Dengan demikian, kehadiran IOH sebagai penyedia layanan internet menjadi pelengkap yang memperkuat ekosistem pembelajaran digital.

“Ada smartboard, tentu harus ada internetnya. Kombinasi ini sangat inline dengan program pemerintah,” ujarnya.

Tidak hanya di wilayah kota, IOH juga memastikan bahwa sekolah-sekolah di daerah terpencil atau rural akan mendapatkan kesempatan yang sama dalam program ini.

“Di Kalimantan, 71 persen wilayah adalah daerah rural. Mereka juga berhak mendapatkan akses yang sama. Pontianak ini proyek percontohan, nanti kami lanjutkan ke daerah, termasuk Singkawang dalam waktu dekat,” kata Swandi.

Program Sekolah Digital tak sekadar menyediakan perangkat dan internet, tetapi juga menyertakan pendampingan untuk guru agar mampu mengoptimalkan teknologi dalam proses pembelajaran.

“Kami memberikan dukungan dalam beberapa aspek. Pertama internet, kedua pendampingan untuk ibu-bapak guru agar mereka mampu mengajar dengan teknologi digital,” ucapnya.

Dengan diluncurkannya Sekolah Digital di SD Negeri 14 Pontianak Kota, IOH berharap dapat menciptakan generasi muda yang lebih siap menghadapi perkembangan teknologi serta mampu beradaptasi dengan era digital sejak dini. Program ini diharapkan terus berkembang ke sekolah-sekolah lainnya di Kota Pontianak dan seluruh Kalimantan Barat.

Baca juga: Bupati Bengkayang Dukung Program Internet Gratis

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....