Etika Penggunaan AI Jadi Perhatian Mahasiswa

  • 28 Nov 2025 23:21 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Program Konsultasi Hukum PKBH IAIN Pontianak kembali hadir di studio RRI Pro 2 Pontianak membahas tema yang dekat dengan dunia akademik, yaitu etika menggunakan Artificial Intelligence (AI), aturan plagiarisme, dan tanggung jawab mahasiswa. Dua mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Reza Azwanas dan Fadillah Islami, hadir sebagai narasumber dalam siaran Rabu malam (26/11/2025) tersebut.

Dalam obrolan acara "Jaga Malam" bersama penyiar Erna, keduanya mengakui bahwa AI sudah menjadi bagian dari aktivitas perkuliahan. Menurut mereka, mahasiswa saat ini semakin terbantu dalam mencari referensi, memahami materi kuliah, hingga menyusun tugas-tugas akademik.

Fadillah menjelaskan bahwa penggunaan AI sudah menjadi rutinitas sehari-hari baginya. Ia mengaku teknologi ini memudahkan proses belajar, termasuk saat mengerjakan proposal dan skripsi yang membutuhkan banyak sumber dan teori pendukung.

“Saya sendiri menggunakan AI setiap hari. Ketika buat tugas atau cari teori, AI itu sangat memudahkan, tapi tetap harus cantumkan sumbernya, seperti Sugiyono halaman berapa,” ujar Fadila.

Reza pun memberikan pandangan serupa. Ia menilai AI hanyalah alat bantu, bukan pengganti kemampuan analisis mahasiswa. Baginya, kesalahan data yang mungkin muncul dari AI tetap harus ditanggung oleh pengguna.

“AI itu seperti pisau, bisa bagus atau bisa buruk tergantung pemakainya. Penipuan atau plagiasi itu bukan salah AI-nya, tapi salah orang yang memanfaatkannya tanpa tanggung jawab,” kata Reza.

Keduanya juga menyinggung fenomena mahasiswa yang terlalu bergantung pada AI hingga cenderung menunda tugas. Menurut Reza, hal tersebut menjadi sisi negatif yang perlu diwaspadai, terutama karena sebagian besar mahasiswa hanya mengambil jawaban AI tanpa memeriksa validitasnya.

Dalam percakapan lain, Fadila menambahkan bahwa beberapa dosen memang memperbolehkan penggunaan AI. Namun, tetap menetapkan batas plagiasi melalui pengecekan Turnitin.

“Ada dosen yang bilang boleh gunakan AI, tapi tetap harus parafrase dan jangan sampai plagiasi,” ucapnya.

Reza turut membagikan pengalamannya saat menghadiri sebuah seminar proposal. Ia mengatakan bahwa banyak dosen kini dapat mengenali bahasa yang sepenuhnya dibuat oleh AI karena pola penulisannya berbeda dari gaya natural mahasiswa.

“Dosen sudah tahu kalau itu bahasa AI, karena kalimatnya sangat baku dan tidak ada parafrase,” katanya.

Program siaran yang juga live di kanal YouTub Pro 2 ini ditutup dengan ajakan bagi pendengar untuk lebih bijak memanfaatkan teknologi AI. Selain membuka akses sumber belajar yang luas, AI juga menuntut mahasiswa untuk tetap teliti, kritis, dan bertanggung jawab terhadap karya yang mereka hasilkan.

Baca juga: Gen Z Wajib Paham Pasal Krusial Dunia Digital!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....