Pantun Jadi Wadah Sosialisasi Inklusi Ekonomi Kreatif
- 25 Okt 2025 17:06 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Serumpun Berpantun berkolaborasi bersama Bank Indonesia, dan pihak terkait lainnya menyelenggarakan Workshop Pantun, dengan tema "Sastra Lisan Pantun dalam Inklusi Ekonomi Kreatif Menuju Kalbar sebagai Provinsi Pantun Dunia", yang berlangsung di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat, Sabtu (25/10/2025). Workshop ini juga merupakan bagian dari kegiatan menuju Hari Pantun Dunia yang jatuh pada 16 Desember dan Hari Pantun Nasional tanggal 17 Desember.
Panitia Workshop Pantun, Nur Iskandar Hasan mengatakan bahwa pantun sudah menjadi duta antarbangsa, maka dari itu pantun menjadi alat untuk menggulirkan sosialisasi apapun termasuk Inklusi Keuangan, Ekonomi Kreatif, Ekonomi Syarih, dan lainnya.
“Ini sudah ketemu antara buku dan ruasnya, sehingga bisa mendeliver pesan–pesan keuangan yang inklusif, yang terbuka, yang egaliter untuk bisa masuk ke akar rumput dengan bahasa pantun,” kata Nur Iskandar.
Ia menambahkan peserta yang menghadiri workshop begitu senang dan gembira dikarenakan kegiatan dilaksanakan di Bank Indonesia dengan sistem hospitalitynya. Ditambah lagi peserta bisa menyadari untuk saving money atau memproduktivitaskan uang mereka.
“Lewat pantun juga dapat melahirkan UMKM–UMKM baru serta Start Up – Start Up baru,” ujarnya.
Pemateri workshop, Agus Muare mengatakan pantun bisa masuk ke lini mana saja. Dari sisi ekonomi, pantun bisa dikembangkan, seperti misalnya Pantun Kelok Kearifan Lokal, yang dapat menjelaskan produk–produk lokal khas Kalimantan Barat (Kalbar).
“Bisa dengan pantun, apa itu Asam Pedas, apa itu Batang Burok? Asal kita mau saja,” ucapnya yang juga merupakan Seniman Pantun itu.
Ia juga merasa yakin kalau nantinya pantun bisa menjadi destinasi wisata, ketika orang datang ke Kalbar, khususnya Pontianak. Agus berpesan agar pantun harus dijaga dan dirawat terlebih sudah menjadi Warisan Budaya tak Benda.
“Hari ini luar biasa Bank Indonesia Kalimantan Barat memberikan tempat dan dukungan yang begitu meriah pada Workshop Pantun ini,” ujar Agus.
Salah satu peserta Workshop Pantun, Aviva Salsabila mengatakan banyak hal yang didapatkan saat mengikut kegiatan tersebut. Ia menjelaskan telah mendapatkan ilmu baru, seperti apa yang disebut Rima dan juga ilmu pantun lainnya. Aviva mengaku bangga dengan budaya yang ada di Provinsi Kalimantan Barat.
“Saya mewakili Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Barat bangga dengan budaya yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Harapan saya semoga generasi muda bisa bangga dan terus berkolaborasi lewat banyak hal termasuk inklusi dan lain sebagainya,” tuturnya.
Baca juga: Sembang Pantun ke Singbebas
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....