Mutiara Pagi RRI Pontianak Bahas Santri Melek Teknologi

  • 24 Okt 2025 09:23 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Pontianak kembali hadir pada Jumat (24/10/2025), bersama narasumber Ustadzah Dr. Cucu, S.Ag., M.Ag. yang membahas tema "Santri Melek teknologi". Ustadzah Cucu menjelaskan, setiap tanggal 22 Oktober bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Peran besar santri di masa lalu menjadi bukti nyata bahwa mereka turut berkontribusi dalam perjuangan bangsa, sehingga Hari Santri pantas kita peringati secara nasional,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ustadzah Cucu menerangkan bahwa kata santri memiliki makna mendalam. Menurut cendekiawan Muslim Prof. Nurcholish Madjid, istilah santri berasal dari bahasa Sanskerta “sastri” yang berarti melek huruf, menggambarkan kaum terpelajar yang tekun menuntut ilmu agama. Dalam bahasa Jawa, santri juga berarti seseorang yang mengikuti gurunya ke mana pun, mencerminkan kesetiaan dan ketaatan murid terhadap guru.

Ia menambahkan, di pondok pesantren para santri tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga menjaga nilai-nilai luhur seperti akhlak dan ajaran Al-Qur’an. “Dari pesantren lahir banyak tokoh nasional yang berperan penting membangun negeri. Santri tumbuh menjadi pribadi berilmu, berakhlak, dan berjiwa nasionalis,” tutur Ustadzah Cucu.

Seiring perkembangan zaman, lanjutnya, pesantren kini dituntut untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi. Santri diharapkan tidak hanya melek agama, tetapi juga melek digital. Dengan demikian, mereka dapat mengenali dan menggunakan teknologi secara bijak untuk hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Di era digital, informasi sangat mudah diakses. Santri harus cerdas memilah mana yang benar, mana yang hoaks, mana yang bermanfaat, dan mana yang menyesatkan. Dengan kemampuan itu, santri bisa menggunakan teknologi untuk belajar, berkarya, bahkan menambah penghasilan,” katanya.

Ustadzah Cucu menegaskan pentingnya penerapan pembelajaran teknologi di pesantren, baik secara teori maupun praktik. Dengan pengaturan waktu yang tepat, santri dapat belajar teknologi tanpa meninggalkan disiplin ibadah.

“Kita harapkan santri menjadi generasi yang kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur agama dan bangsa,” katanya.

Baca juga: Santri Diminta Bijak Hadapi Tantangan Zaman

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....