Gen Z Harus Cerdas Hadapi Gelombang AI
- 20 Okt 2025 18:51 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kian pesat dan mulai menyentuh berbagai lini, termasuk dunia pendidikan. Topik ini jadi bahasan menarik dalam program Jaga Malam RRI Pro 2 Pontianak, pada Selasa malam lalu (14/10/2025), yang mengangkat topik “Apakah Gen Z Siap Bersaing dengan Kecerdasan Buatan?”. Dua narasumber dari PKBH IAIN Pontianak, Hera dan Dava, berbagi pandangan mengenai kesiapan generasi muda menghadapi era teknologi ini.
Hera menilai, kemunculan AI tak hanya tantangan, tapi juga menjadi peluang bagi generasi muda saat ini untuk lebih kreatif.
“AI tidak bisa menggantikan kreativitas manusia secara utuh. Karena bagaimanapun juga, ide dan rasa adalah hal yang hanya bisa lahir dari manusia,” ujarnya dalam obrolan yang juga disiarkan live YouTube tersebut.
Menurutnya, kehadiran AI seperti ChatGPT atau generator konten digital seharusnya tidak membuat mahasiswa takut, melainkan mendorong mereka untuk lebih kritis dan cerdas dalam menggunakannya. AI dapat menjadi alat bantu dalam riset, karya seni, dan bahkan dalam kegiatan belajar mengajar jika digunakan dengan bijak.
Sementara itu, Dava mengulas sisi lain dari fenomena ini, yakni potensi kemalasan intelektual di kalangan mahasiswa. “Kalau semua dikerjakan AI, lalu di mana letak proses berpikirnya manusia? Kita jadi kehilangan esensi belajar,” ujarnya.
Dava juga menyebutkan bahwa penggunaan AI yang berlebihan tanpa pemahaman justru bisa menurunkan kemampuan analisis. “AI itu membantu, bukan menggantikan. Kita harus tetap jadi subjek yang berpikir, bukan objek yang dikendalikan teknologi,” katanya.
Kedua narasumber sepakat bahwa Gen Z perlu memahami etika digital dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Hera mengingatkan tentang pentingnya menjaga orisinalitas dalam berkarya.
“Gunakan AI untuk memperkuat ide, bukan untuk menyalin hasil karya orang lain. Kejujuran intelektual tetap harus dijaga,” ucapnya.
Melalui obrolan santai ini, Jaga Malam menghadirkan refleksi penting mengenai peran manusia di tengah dominasi teknologi. Kecerdasan buatan dinilai mampu mempercepat proses kerja dan kreativitas, namun tetap memerlukan sentuhan rasa dan nilai kemanusiaan dalam penggunaannya.
Baca juga: Gen Z dan Etika di Dunia Digital
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....