Teknologi eSIM Membangun Sistem Keamanan Data Pribadi

  • 24 Mei 2025 12:13 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Pemerintah mulai melakukan percepatan migrasi dari kartu Subscriber Identity Module (SIM) fisik ke teknologi embedded SIM atau eSIM. Migrasi ini untuk memperkuat sistem keamanan data pribadi dengan membangun ruang digital Indonesia yang lebih bersih, aman, dan tepercaya. Dengan demikian dapat mencegah penyalahgunaan identitas.

Migrasi kartu SIM ke eSIM adalah bagian dari revolusi digital global yang menuntut efisiensi dan proteksi keamanan ganda dalam layanan seluler. Teknologi eSIM adalah solusi tantangan masa depan terhadap provider maupun pengguna layanan seluler.

Menggunakan integrasi sistem digital dan pendaftaran biometrik, teknologi ini memberikan perlindungan tinggi terhadap penyalahgunaan data serta kejahatan digital. Beberapa kejahatan digital seperti spam, phishing, dan judi online, dapat diatasi menggunakan eSIM.

Selain meningkatkan keamanan, eSIM juga mendukung efisiensi dalam pengelolaan layanan seluler dan memperkuat pengembangan ekosistem Internet of Things (IoT). Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk mengakses layanan tanpa kartu fisik, dengan proses aktivasi yang lebih praktis dan terkoneksi langsung dengan sistem operator.

Pemerintah juga mengatur kebijakan mengenai pembatasan jumlah nomor seluler yang dapat didaftarkan atas satu Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021, satu NIK hanya diperbolehkan memiliki maksimal tiga nomor per operator atau total sembilan nomor dari tiga operator berbeda.

Mengingat sejumlah kasus kriminal penipuan, yakni satu NIK dengan 100 nomor telepon seluler berbeda sehingga pemilik NIK otomatis dirugikan. Untuk itu, Komdigi tengah mempersiapkan regulasi baru guna pengawasan terhadap nomor aktif per NIK serta memperketat proses verifikasi identitas saat registrasi. Pemerintah bertekad membangun sistem identitas digital yang akurat, transparan, dan akuntabel.

Langkah pemerintah ini mendapat dukungan dari sejumlah operator seluler seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata, dan Smartfren. Layanan eSIM dari sejumlah operator seluler dapat diakses melalui aplikasi dan gerai resmi. Sebagai bagian dari Gerakan Nasional Kebersihan data Digital, pemerintah mendorong keterlibatan aktif operator dalam mengedukasi publik tentang eSIM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....