Seharian Menjalani Kota Belgia

  • 17 Apr 2026 19:46 WIB
  •  Pontianak

Belgium atau Belgia adalah negara cabai rawit. Negaranya kecil namun menjadi pusat Uni Eropa. Negara ini terbilang maju. Memiliki dua bahasa, Francis dan Belanda. Mayoritas penduduknya memakai berbahasa Francis untuk keseharian mereka.

Di Belgium salah satu destinasi wisata favorit di sini adalah Grand Palace. Dulunya istana raja, kini menjadi museum, dikelilingi pusat kuliner internasional. Ditemukan juga ada outlet makan ala Asia berlabel Halal yang dikelola orang Jepang.

Negara ini cukup menyenangkan. Dengan panorama yang indah dan pemandangan eksotis. Boleh disebut juga sebagai sebuah negara yang romantis.

Mata akan tertuju pada patung anak kecil yang buang air kecil, dan patung ini seakan ikon kedua kota ini setelah grand palace.

Saya berkeliling pusat kota ini menghabiskan waktu sekitar dua jam. Sebelum meneruskan ke Belanda yang akan memakan waktu tiga jam lebih perjalanan dengan bus, dari kota Wavre sempat menginap semalam, mampir di Belgia ini.

Lorong kota Belgium dengan latar Grand Palace. (Foto: Dok. Din Osman)

Di Belgium ibukota Belgia ini terkenal coklatnya yang disebut sebagai lambang keromantisan. Raja Leopord II adalah penguasa yang mengantarkan Belgia sebagai negara terkemuka di Eropa.

Dia pula yang menempatkan Belanda dan Francis untuk menjawab tantangan dua negara tersebut sebagai penjajah yang ditaklukkannya. Sejak itu Eropa memandang Belgium adidaya yang sangat disegani. Penakluk dua kekuatan besar.

Aku terkesan mendatangi kota ini. Terpelihara, rapi, tertib dan tenang. Namun siapa nyana, di sini tak sedikit tangan jahil berkeliaran. Orang menyebutnya sebagai copet. Dan tak kurang banyak peminta-minta yang kesannya setengah memaksa untuk diberi sedikit uang receh.

Memang tak puas rasanya hanya dua jam di sini. Tapi karena besok aku punya jadwal penting ke Rijk Museum di Leiden Belanda, maka cukuplah dua jam dulu menikmati keromantisan kota ini.

Sebuah perjalanan yang sangat menyenangkan tentunya selain tujuh negara lainnya di Eropa yang kudatangi.

(Belgium, pukul 13.30, di Indonesia pukul 18.35)

Penulis: Syafaruddin DaEng Usman

Baca juga: Di Negeri Kincir Angin Radio Masih Pilihan Pertama

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....