Direktur Diktis: Konferensi Antarbangsa Selaras Asta Protas Kemenag

  • 09 Sep 2025 20:10 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Sahiron memberikan apresiasi atas terselenggaranya Konferensi Antarbangsa Islam Borneo (KAIB) XVI di Pendopo Gubernur Kalbar, Pontianak, Selasa (9/9/2025).

Dalam sambutannya, Sahiron membacakan sambutan Wakil Menteri Agama RI, Romo Muhammad Syafi'i, yang semula dijadwalkan akan membuka acara tersebut. Namun, mendadak dipanggil oleh Presiden Prabowo.

"Saya menyampaikan apresiasi yang sangat besar kepada IAIN Pontianak atas penyelenggaraan seminar internasional/antarbangsa ini dengan bekerja sama dengan beberapa negara di Asia Tenggara. Saya berharap, semoga seminar ini berjalan dengan lancar dan sukses hingga akhir," ucapnya.

Menurutnya, KAIB ini sudah sangat sesuai dengan Asta Program Prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama (Kemenag) RI, khususnya pada poin-poin: “Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan”, “Penguatan Ekoteologi” dan “Mewujudkan Pendidikan yang

Unggul, Ramah dan Terintegrasi.” Tiga poin ini tercermin pada tema besar seminar ini.

"Dengan seminar ini, Bapak dan Ibu semua akan memberikan kontribusi yang signifikan kepada dunia dalam bentuk pandangan dan pemikiran tentang pentingnya mewujudkan perdamaian dan kerukunan di muka bumi ini, di mana konflik dan peperangan antara satu negara dengan negara lain masih terjadi hingga saat ini. Pandangan dan pemikiran Bapak dan Ibu terkait dengan bagaimana resolusi konflik dilakukan, dan bagaimana perdamaian dapat diwujudkan, sangat ditunggu oleh masyarakat dunia," ujarnya.

Dia menuturkan, "Seminar ini sangat relevan dengan salah satu Astra Protas Kemenag, yaitu “Mewujudkan Pendidikan yang Unggul, Ramah dan Terintegrasi.” Dalam mengimplementasikan program ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjend Pendis), cq. Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Dit. PTKI) mempunyai banyak program dan salah satunya adalah “Internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam."

"Salah satu dari kegiatan pada program internasionalisasi PTKI adalah penyelenggaraan seminar-seminar atau konferensi-konferensi internasional. Hal ini tentunya dalam rangka mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan unggul, karena para dosen dan mahasiswa mempunyai kesempatan dalam menyampaikan hasil-hasil penelitian mereka yang sesuai dengan tema seminar pada forum internasional. Dengan seminar ini pula, mereka dapat menjalin networking yang lebih luas dan pada akhirnya dapat melakukan kolaborasi atau kerjasama internasional dalam bidang akademik lainnya di masa-masa yang akan datang," katanya.

Rektor IAIN Pontianak, Syarif, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan di antaranya Inspektur Kalimantan Barat (Kalbar), mewakili Gubernur Ria Norsan, Mufti Kerajaan Negeri Sabah Malaysia, Pengurus Besar Tabung Baitul Mal Sarawak, Rektor University Teknologi Mara Cawangan, Sarawak Malaysia, Rektor Kolej University Perguruan Ugama Seri Bengawan, Brunei Darussalam, Konsulat Malaysia, Kakanwil Kemenag Kalbar, Dr. H. Muhajirin Yanis, Rektor UIN Banjarmasin, Rektor UIN Palangkaraya, Rektor Universitas Mulawarman Kaltim, Akademisi Central Phillippine University dan akademisi kampus Jerman.

Seminar Antarbangsa ini mengusung tema “Perdamaian Dunia, Krisis Lingkungan Hidup dan Dialog antar Peradaban Gelombang Kedua.” Kegiatan ini akan diselenggarakan pada 9 s.d 11 September 2025. Terdapat 150 naskah makalah yang akan dibentangkan para akademisi.

Baca juga: Gubernur Kalbar Dorong KAIB Bangun Peradaban Inklusif Berkelanjutan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....