Seminar Keluarga Tangguh Soroti Pengasuhan Anak di Era Digital
- 15 Sep 2026 14:13 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya – Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak sekaligus menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Seminar “Keluarga Tangguh Benteng Utama Karakter Bangsa” yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Kubu Raya di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa, 15 September 2026.
Seminar tersebut menghadirkan Ustaz Hilman dan Dewi Yull sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para orang tua untuk memperkuat pola pengasuhan, meningkatkan ketahanan keluarga, serta membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Sukiryanto mengatakan, keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai agama, moral, dan karakter kepada anak. Terlebih, perkembangan teknologi, media sosial, serta arus informasi yang semakin terbuka membuat anak lebih mudah terpapar berbagai pengaruh dari luar.
“Di era globalisasi, media sosial, dan digital seperti sekarang ini, peran orang tua sangat besar dalam menentukan arah perkembangan anak. Keluarga yang tangguh akan melahirkan anak-anak yang memiliki karakter baik, sehingga turut membentuk karakter daerah dan bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan keluarga tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga perhatian, keteladanan, pengawasan, dan penanaman nilai-nilai agama sejak dini. Orang tua perlu memastikan anak memperoleh pendampingan yang baik agar mampu membedakan pengaruh positif dan negatif di lingkungan sekitarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap TP-PKK Kubu Raya yang terus melaksanakan kegiatan edukatif bagi keluarga. Menurutnya, program pemberdayaan keluarga memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.
“Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sangat mendukung kegiatan seperti ini. Penguatan keluarga merupakan bagian penting dalam pembangunan, karena orang tua memiliki tanggung jawab besar terhadap pendidikan dan masa depan anak,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Kubu Raya Atzebiyatulensi Sujiwo mengatakan, seminar tersebut juga membahas pola pengasuhan dan upaya perlindungan anak dari berbagai pengaruh negatif, termasuk penggunaan gawai yang tidak terkontrol serta pergaulan yang berisiko.
Ia mengingatkan para orang tua agar tidak hanya menempatkan diri sebagai pemberi nasihat, tetapi juga mampu menjadi teman berdiskusi bagi anak. Komunikasi yang terbuka dan dilakukan dari hati ke hati dinilai penting untuk membangun kepercayaan antara orang tua dan anak.
“Sebagai orang tua, kita harus memproteksi anak-anak dari hal-hal yang tidak diinginkan. Penggunaan gawai perlu diawasi, begitu juga dengan pergaulan mereka. Namun, anak juga harus diajak berbicara, didengarkan, dan diperlakukan sebagai teman agar mereka merasa nyaman untuk menyampaikan persoalannya,” jelasnya.
Atzebiyatulensi menambahkan, lingkungan luar tidak selalu memberikan pengaruh negatif. Karena itu, orang tua perlu membekali anak dengan nilai-nilai yang kuat, sekaligus tetap memberikan ruang bagi mereka untuk bersosialisasi secara sehat.
Selain diikuti kader PKK, kegiatan tersebut juga melibatkan sekitar 30 guru bimbingan dan konseling. Keterlibatan para guru diharapkan dapat memperluas manfaat seminar, sehingga materi yang diperoleh bisa diterapkan dan disampaikan kembali di lingkungan sekolah.
“Harapannya, para guru konseling yang mengikuti kegiatan ini dapat membawa materi yang didapatkan ke sekolah masing-masing dan ikut memberikan pendampingan kepada anak-anak,” pungkasnya.
(DiskominfoKKR/IKP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....