Atasi Karhutla, Zulfydar Desak Pemerintah Pusat Berikan Perhatian Extra
- 29 Agt 2026 20:20 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak — Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Barat sekaligus tokoh masyarakat, Zulfydar Zaidar Mochtar, mendesak pemerintah untuk segera memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas di wilayah Kalimantan Barat.
Zulfydar meminta agar satuan tugas (satgas) penanganan karhutla yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat dapat segera bergerak aktif di lapangan melalui sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
"Saya tentu sebagai bagian dari tokoh masyarakat meminta kepada pemerintah untuk segera melakukan apa yang disebut dengan satgas pelaksanaan menghentikan karhutla ini. Dan saya dengar sudah ada penunjukan, bentuk penugasan komando yang diketuai oleh Gubernur Kalimantan Barat," ujar Zulfydar, ujar shalat Istisqa' di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Ketua Fraksi PAN DPRD Kalbar ini juga memberikan peringatan keras kepada pihak korporasi atau pemilik lahan agar segera memadamkan api di area masing-masing. Menurutnya, dampak karhutla saat ini sudah menjadi masalah luar biasa besar bagi Kalimantan Barat.
"Kami mengimbau kepada perusahaan-perusahaan yang daerahnya melakukan pembakaran atau terbakarnya lahannya, segera hentikan, padamkan area masing-masing. Karena ini sudah menjadikan masalah yang luar biasa besarnya di Kalimantan Barat," tegasnya.
Selain upaya teknis di darat, Zulfydar menyoroti kondisi di mana titik api bawah tanah masih terus merembes meski di permukaan tampak padam. Oleh karena itu, masyarakat bersama tokoh agama dan pemerintah setempat juga telah menggelar salat Istisqa' untuk memohon turunnya hujan, mengingat keterbatasan daya upaya manusia dalam menghadapi bencana kekeringan dan karhutla ini.
"Tentu kita ketahui bersama, bahwa posisi sekarang apinya dihentikan pun di bawahnya masih berjalan. Artinya hari ini kita melaksanakan salat Istisqa' ini betul-betul minta tolong sama Allah, minta tolong sama Tuhan. Daya upaya kita sudah terbatas, tidak ada kemampuan, selain kita menyerahkan diri, ampunan kepada Allah untuk diturunkannya hujan yang berkah," ungkapnya.
Di samping itu, Zulfydar turut mendesak pemerintah pusat agar memberikan perhatian ekstra dan tidak hanya mengandalkan kekuatan di daerah. Penanganan darurat secara maksimal dinilai sangat mendesak mengingat dampak karhutla kini telah memicu krisis air bersih dan ancaman kabut asap, khususnya di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
"Selain itu kita berharap pemerintah pusat juga segera melakukan upaya darurat. Kadang hal seperti alam ini sudah tidak bisa terkendali, artinya kita minta pemerintah pusat juga ekstra kerja, tidak hanya mengandalkan kekuatan kami yang di Kalimantan Barat saja," pintanya.
Ia juga menekankan pentingnya investigasi dan identifikasi yang transparan serta dapat dipertanggungjawabkan terhadap perusahaan-perusahaan atau wilayah yang mengalami kebakaran berulang. Langkah penegakan hukum dan pengawasan ketat di bawah satgas komando dinilai menjadi kunci utama untuk memastikan kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
"Ini kejadian kan bukan sekali, memang berkali-kali di suatu wilayah, dan kita harapkan ada identifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan oleh pemerintah dalam rangka memastikan situasi ini dapat dihentikan. Investigasi harus dilakukan, harus dapat dipertanggungjawabkan oleh para pihak," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....