Zulfydar Serap Aspirasi Rakyat mulai dari Masalah Batas Wilayah hingga IPM

  • 10 Jul 2026 18:19 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar, mengungkapkan sejumlah dinamika krusial yang muncul dalam masa reses di wilayah pemilihannya. Berbagai persoalan mulai dari sengketa batas wilayah, kendala infrastruktur, hingga isu pendidikan menjadi fokus utama yang disampaikan masyarakat Kota Pontianak.

Zulfydar menyebut salah satu masalah paling mendesak ialah pergeseran batas wilayah yang melibatkan tujuh daerah, dengan tiga di antaranya mengalami pergeseran administrasi antara Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

"Masalah batas wilayah ini sangat mencolok. Ada pergeseran yang dulunya masuk Kota Pontianak, kini bergeser ke Kubu Raya. Kami sudah mendengar adanya komunikasi antarpihak dan kami harapkan segera ada tindak lanjut nyata," ujar Zulfydar, Kamis, 9 Juli 2026 malam.

Selain isu wilayah, persoalan sistem domisili pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) juga masih mendominasi keluhan warga. Zulfydar mengakui banyak masyarakat, terutama kalangan kurang mampu, merasa kecewa dengan kendala yang timbul selama proses SPMB berlangsung.

Dalam kesempatan yang sama, Zulfydar juga menyoroti pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat yang saat ini berada di angka 7,2. Ia optimis capaian ini bisa ditingkatkan hingga di atas 8,0, mengikuti jejak Kota Pontianak yang telah menyentuh angka 8,2.

"Pemerintah Provinsi, termasuk Pak Gubernur dan Wakil Gubernur, sedang menyiasati program pendidikan yang terintegrasi dengan kesehatan dan infrastruktur untuk mendongkrak IPM. Jika pendidikan dan kesehatan warga baik, maka hasil akhirnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia," ungkapnya.

Terkait ekonomi kerakyatan, ia menekankan perlunya kemudahan akses permodalan bagi pelaku UMKM. Ia mendorong optimalisasi peran Perbankan, termasuk Bank Kalbar serta lembaga perbankan lainnya untuk memberikan stimulus dan kemudahan kredit guna memberdayakan masyarakat secara mandiri maupun kelembagaan.

Selanjutnya, Ketua Fraksi PAN DPRD Kalbar ini juga ikut menanggapi program Makan Bergizi (MBG), Zulfydar menegaskan bahwa program tersebut menjadi langkah strategis untuk menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia mendukung penuh koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan program ini berjalan efektif tanpa adanya kebocoran.

"Niat program ini sangat baik untuk memberikan gizi yang optimal. Jika gizi anak didik kita baik, maka nalar pendidikannya baik, kesehatan meningkat, dan ujungnya IPM kita naik. Ini lompatan yang kita harapkan agar Kalimantan Barat semakin maju," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....