Legislator Kubu Raya: Koperasi Merah Putih Harus Dikawal
- 08 Jul 2025 17:10 WIB
- Pontianak
KBRN, Kubu Raya: Anggota DPRD Kubu Raya Muhammad Amri menyatakan penting untuk mengawal dan memonitor program Koperasi Merah Putih di tingkat desa. Tujuannya agar pelaksanaan program ini di tingkat lapangan sesuai harapan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
“Karena berbagai macam persoalan [ada] di desa. Pertama jangan sampai [ada] anggapan, orang yang hari ini dibentuk sebagai pengurus koperasi desa itu anggapannya dana yang nanti akan digelontorkan oleh pemerintah pusat oleh Presiden dianggap dana hibah. Kemudian tidak dikelola dengan SDM yang cukup, sehingga program-program seperti ini berpotensi gagal dan macet,” ujar Amri di Pontianak, Senin (8/7/2025).
Menurut Amri, jika program ini dipahami dan dipelajari, semata untuk mendorong ekonomi di desa agar semua orang yang berperan di desa terlibat dan ekonomi di desa semakin baik. Selain dikawal, sumber daya manusia (SDM) Koperasi Merah Putih juga harus ditingkatkan.
Dia menambahkan perlunya pemahaman masyarakat bahwa program ini menggunakan dana stimulus pinjaman dari pemerintah pusat. Ia khawatir dana ini akan bermasalah ketika terjadi kegagalan, macet dan segala macam, yang taruhannya adalah dana desa yang hari ini juga diberikan ke desa-desa.
“Jadi, pemahaman yang menyeluruh kepada masyarakat, terutama pengurusnya yang hari ini dipilih dan ditunjuk sekaligus diangkat menjadi penguruh koperasi desa bahwa dia diberi tanggung jawab untuk mengelola koperasi atas nama Koperasi Merah Putih,” katanya.
Amri menekankan hal ini karena berdasarkan pengalaman, kadang kegagalan program pemerintah ada pada SDM dan pembentukannya. Sehingga langkah ini, kata dia, untuk mengantisipasi jangan sampai pengurus koperasi ini orang-orang yang tidak dipilih secara langsung oleh masyarakat.
“Selain itu adanya pemahaman salah bahwa koperasi ini sebagai tempat mereka untuk mencari [keuntungan] pribadi atau kelompok, sehingga ini harus dihindari, karena niat pemerintah pusat mendorong agar ekonomi desa dan orang-orang yang terlibat dapat muncul dan membaik,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....