Kalbar Perlu Akses Diagnostik TB Lebih Luas
- 22 Mei 2025 21:48 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Luasnya wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) menghadirkan tantangan tersendiri dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam upaya eliminasi tuberkulosis (TB). Di tengah upaya keras pemerintah menanggulangi penyakit menular ini, keterbatasan alat diagnostik dan tenaga medis masih menjadi hambatan besar di lapangan.
Di sejumlah kabupaten, hanya terdapat satu unit alat TCM dan X-Ray untuk mendeteksi TB. Padahal, kecepatan dalam diagnosis adalah kunci utama untuk mencegah penularan yang lebih luas.
“Alat yang terbatas membuat deteksi dini sulit dilakukan. Tambahan unit TCM dan X-Ray sangat dibutuhkan,” ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh saat meninjau langsung kondisi di Pontianak, Kalbar (22/5/2025).
Selain kendala alat, kesinambungan pengobatan pasien TB juga menjadi perhatian. Meski banyak pasien terdiagnosis di rumah sakit, pengobatan selama enam bulan harus terus diawasi dan di sinilah peran puskesmas menjadi vital.
“Pasien perlu diarahkan ke Puskesmas untuk pendampingan. Koordinasi antara rumah sakit dan Puskesmas harus diperkuat,” ujarnya.
Masalah lainnya adalah belum tersedianya laboratorium pemeriksaan TB di Kalbar. Saat ini, sampel masih harus dikirim ke Surabaya, yang tentu memperlambat proses diagnosis dan penanganan.
Di sisi lain, kekurangan 114 dokter spesialis di Kalbar menjadi sinyal bahwa sumber daya manusia juga perlu ditingkatkan. Komisi IX pun mendorong pemda agar mengirimkan calon dokter spesialis melalui program beasiswa dan jalur pengabdian yang sudah difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan.
“Dengan skema college base dan hospital base, anak-anak daerah bisa kembali dan mengabdi di Kalimantan Barat setelah lulus,” katanya.
Sumber: Parlementaria
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....