Indonesia Tuan Rumah Diplomasi Dunia Islam
- 11 Mei 2025 23:16 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Langkah besar diplomasi parlemen dunia Islam akan berlangsung di jantung ibu kota Indonesia. Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, mengumumkan bahwa Indonesia resmi menjadi tuan rumah Sidang Umum ke-19 Persatuan Parlemen Negara OKI (PUIC) yang digelar 12-15 Mei 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
“Konferensi kali ini akan dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI),” ujar Mardani dalam keterangan tertulis, Minggu (11/5/2025).
Hingga Jumat (9/5/2025), sebanyak 456 peserta dari 38 negara anggota OKI telah mengonfirmasi kehadirannya, dari total 54 negara yang diundang. Tak hanya negara anggota, 9 organisasi internasional turut hadir sebagai pengamat, di antaranya Islamic Cooperation Youth Forum, ICRC, hingga IRCICA.
Dengan mengangkat tema “PUIC Silver Jubilee – Good Governance and Strong Institutions as Pillar of Resilience”, konferensi ini tak sekadar menandai 25 tahun perjalanan PUIC, tapi juga menjadi panggung komitmen negara Islam untuk memperkuat ketahanan lewat tata kelola yang adil dan transparan.
Isu-isu strategis yang akan dibahas meliputi: ekonomi dan lingkungan, ketahanan pangan, kolaborasi antar parlemen, perlindungan HAM, hingga penguatan suara dunia Islam di tataran global. Mardani menilai, forum ini adalah peluang penting memperkuat diplomasi bersama, utamanya dalam menyuarakan dukungan terhadap Palestina.
“Dengan PUIC ini, kami mensolidkan kebersamaan negara-negara OKI untuk mendukung Palestina,” tegas politisi Fraksi PKS itu.
Dalam konferensi pers sebelumnya (8/5/2025), ia juga menekankan bahwa forum PUIC adalah ajang penting bagi parlemen Islam bersatu dalam menyikapi dinamika global, termasuk ketidakadilan terhadap Palestina yang terus menjadi sorotan.
Lebih jauh, Mardani menyebut semangat Ketua DPR RI, Puan Maharani, dalam menyambut kegiatan ini. “Pimpinan DPR RI sangat antusias menjadi host acara ini. Bu Puan sangat senang, juga Pak Dasco. Kami di DPR sangat berharap acara ini akan sukses,” ujarnya optimistis.
Sidang Umum ke-19 ini bukan sekadar forum musyawarah. Di tengah dunia yang menghadapi tantangan multilapis, dari krisis pangan hingga konflik geopolitik, kehadiran parlemen negara-negara Islam di Jakarta adalah simbol solidaritas, kekuatan kolektif, dan upaya nyata membangun masa depan dunia Islam yang tangguh dan bermartabat.
Sumber: Parlementaria dpr.go.id
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....