Kemenhaj Kalbar Pastikan Kesehatan Jamaah Haji dalam Pengawasan

  • 19 Mei 2026 20:55 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Barat, Kamaludin melalui Kepala Bagian Tata Usaha Kemenhaj Kalbar, Muhammad Yusuf menyampaikan, kondisi jamaah haji Kalbar yang tergabung dalam kelompok terbang embarkasi Batam secara umum masih dalam keadaan baik meski terdapat beberapa jamaah yang menjalani observasi dan perawatan kesehatan.

Muhammad Yusuf mengatakan, jamaah haji Kloter BTH 14 yang berasal dari Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Landak, Sambas, Sanggau dan Bengkayang saat ini berada di Makkah sejak 15 Mei 2026. Dari total 444 jamaah dan petugas, sebanyak 339 orang masuk kategori risiko tinggi atau resti.

Meski demikian, hingga saat ini tidak terdapat jamaah yang sakit pada Kloter BTH 14 dan seluruh kondisi jamaah terpantau sehat oleh TKHI. Sementara pada Kloter BTH 15 asal Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, terdapat dua jamaah yang menjalani observasi kesehatan di hotel penginapan.

Salah satunya jamaah atas nama Oeray Mansyur Oemar, 75 tahun, asal Kota Pontianak yang mengalami luka robek di kaki kanan disertai gagal jantung kongestif. Selain itu, jamaah bernama Maiyani Binti Usman Nurjis, 57 tahun, juga menjalani observasi pasca perawatan rumah sakit akibat syok hipovolemik, ketoasidosis diabetikum dan infeksi saluran kemih.

“Secara umum kondisi jamaah haji Kalbar masih sehat dan terus dipantau oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia di Madinah maupun Makkah,” kata Muhammad Yusuf, Selasa, 19 Maret 2026.

Pada Kloter BTH 16 asal Kota Pontianak, dua jamaah juga dilaporkan sakit. Jamaah atas nama Badaria Binti Ambo Ufe, 71 tahun, menjalani pengawasan dokter spesialis jiwa di hotel akibat demensia. Sedangkan jamaah Darno Bin Minggu Suparman, 75 tahun, dirujuk dari Rumah Sakit King Abdullah ke Rumah Sakit Al-Saedy karena mengalami acute myocarditis dan pneumonia.

Di Kloter BTH 17, terdapat satu jamaah asal Kota Pontianak atas nama Sulisnawati Binti Abdul Rahim Murad, 65 tahun, yang menjalani observasi di hotel akibat gastroenteritis akut dengan dehidrasi ringan hingga sedang.

Sementara pada Kloter BTH 18 yang berasal dari Kabupaten Mempawah, Kayong Utara, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Sekadau dan Ketapang, terdapat satu jamaah atas nama Asiri Bin Dul Habi, 85 tahun, asal Kabupaten Kayong Utara yang menjalani perawatan di hotel karena retensi urine akibat dugaan pembesaran prostat. Muhammad Yusuf memastikan seluruh jamaah yang sakit saat ini masih dalam pengawasan tenaga kesehatan haji dan kondisi jamaah secara umum tetap aman serta terkendali.

Baca juga: Rakerda HIPMI Kalbar Susun Strategi Pengusaha Muda Hadapi Tantangan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....