Finalisasi Persiapan Haji Kalbar, JCH Siap Berangkat

  • 19 Mei 2025 17:04 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Muhajirin Yanis, menyampaikan seluruh rangkaian persiapan menyambut keberangkatan jemaah haji asal Kalbar tahun ini telah memasuki tahap finalisasi. Hal tersebut disampaikan usai kegiatan Rapat Finalisasi Persiapan Penyambutan Jemaah Haji yang berlangsung di Asrama Haji Pontianak, Senin (19/5/2025).

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kalbar selaku Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi.

"Kami baru saja melaksanakan rapat PPIH provinsi. Fokus utama rapat adalah pengecekan akhir kesiapan seluruh unit. Mulai dari bimbingan manasik, dokumen perjalanan, hingga kesiapan teknis di Asrama Haji,” ujar Muhajirin.

Ia memastikan seluruh jemaah telah mengikuti bimbingan manasik yang dilaksanakan di kabupaten dan kota masing-masing, serta seluruh dokumen keberangkatan telah disiapkan dan diverifikasi. Terkait kesiapan Asrama Haji, Muhajirin menyebutkan bahwa dari sisi akomodasi, tempat tersebut sudah sangat siap.

Namun, pembahasan lebih mendalam dilakukan mengenai teknis penerimaan jemaah saat kedatangan, yang dimulai pada 21 Mei 2025. Kedatangan lebih awal akan diawali dengan pengiriman koper jemaah dan bagasi.

Untuk Kloter Pertama, jemaah asal Kabupaten Kubu Raya dan Sambas akan menjadi yang pertama masuk asrama. Khusus Kabupaten Sambas, kedatangan dilakukan secara rombongan dan akan diterima di aula utama. Namun, dari Kubu Raya terdapat sekitar 130 jemaah yang akan datang secara mandiri.

“Kedatangan mandiri ini tentu perlu antisipasi karena mereka datang dengan kendaraan pribadi atau keluarga. Ke depan, kita harapkan semuanya bisa datang secara kolektif agar lebih tertib,” ucap Muhajirin.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan Satpol PP untuk mengatur lalu lintas dan keamanan di area asrama. Ia juga menegaskan hanya kendaraan yang mengangkut jemaah yang diperbolehkan masuk area asrama, sementara kendaraan lainnya harus parkir di luar.

Setelah penurunan jemaah, kendaraan pengantar juga wajib segera keluar untuk menghindari kepadatan. Selain itu, disiapkan juga alur masuk jemaah sesuai lantai dan kamar yang telah ditentukan agar proses bimbingan ibadah dan pelayanan di dalam asrama berjalan tertib dan lancar.

Muhajirin juga menyampaikan bahwa proses keberangkatan tahun ini kembali menggunakan sistem “steril”. Setelah melalui pengecekan dokumen di asrama, jemaah akan langsung naik bus menuju bandara.

Proses boarding dilakukan di dalam asrama, dan bus akan mengantar langsung hingga ke pintu pesawat. “Insyaallah seluruh panitia sudah siap. Ini sudah menjadi rutinitas tahunan, hanya saja tahun ini kami kembali memberangkatkan dari Kalbar. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....