Waspada Modus Penipuan Digital Sasar Kalangan Ibu-Ibu
- 17 Mei 2026 10:44 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontinak - Maraknya penipuan digital membuat kalangan ibu rumah tangga menjadi kelompok paling rentan menjadi korban kejahatan siber saat ini. Hal itu disampaikan Dosen Universitas BSI Pontianak, Wanty Eka Jayanti saat memberikan edukasi dalam kegiatan Puan Bijak Digital bertajuk “Jurus Jitu Tangkal SMS/Telepon Tipu-Tipu, Lindungi Data, Amankan Keluarga”, Sabtu, 16 Mei 2026.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital, sebanyak 65 persen masyarakat Indonesia pernah menerima percobaan penipuan digital dengan berbagai modus. Kelompok ibu-ibu dinilai menjadi sasaran empuk karena pelaku memanfaatkan rasa percaya korban.
“Penipuan dengan iming-iming SMS hadiah palsu, telepon dari kantor polisi gadungan, hingga kiriman file APK berkedok undangan pernikahan atau kurir paket yang bisa menguras isi rekening kita, ini sudah banyak korbannya,” ucap Wanty.
Ia menjelaskan, modus kejahatan digital saat ini semakin beragam, mulai dari phishing melalui email atau pesan palsu yang menyerupai lembaga resmi hingga social engineering atau manipulasi psikologis untuk mendapatkan data pribadi korban. Menurutnya, pelaku biasanya lebih dulu mengumpulkan informasi target melalui media sosial sebelum membangun kepercayaan dan melancarkan aksi penipuan.
Wanty mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membagikan data pribadi seperti alamat, nomor telepon, maupun foto di internet. Ia menilai ibu-ibu memiliki peran penting sebagai benteng pertahanan keluarga dalam menghadapi ancaman digital.
“Jika ibu sudah paham cara menjaga data pribadi, maka suami, anak-anak bahkan lingkungan sekitar juga akan ikut terlindungi,” katanya.
Sementara itu, Head of Branch Sales IM3 Pontianak, Rivaldi Prasetyo Amanda mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman deepfake yang kini semakin sulit dibedakan dengan asli. Menurutnya, teknologi deepfake mampu meniru wajah hingga suara seseorang dengan sangat mirip sehingga berpotensi menimbulkan kerugian materi maupun pencurian data pribadi.
Dalam kesempatan tersebut, IM3 juga memperkenalkan fitur SATSPAM yang bekerja otomatis untuk menyaring dan memberikan peringatan terhadap potensi penipuan melalui SMS maupun panggilan mencurigakan secara real-time di jaringan IM3.
Melalui edukasi literasi digital ini, masyarakat diharapkan semakin memahami cara mengenali sekaligus menangkal berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang.
Baca juga: BRI Pontianak Sudah Lakukan Investigasi Kasus Penipuan Link Palsu
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....