Jangan Salah Pilih, Ini Tips Memilih Sunscreen untuk Liburan!
- 29 Jun 2026 07:09 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Liburan identik dengan aktivitas di luar rumah, mulai dari berwisata ke pantai, mendaki gunung, hingga menjelajahi berbagai destinasi wisata. Di tengah keseruan tersebut, penggunaan sunscreen atau tabir surya sering kali masih diabaikan, padahal paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kulit terbakar, penuaan dini, hingga kanker kulit.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), penggunaan sunscreen merupakan salah satu langkah penting untuk melindungi kulit dari dampak buruk sinar UVA dan UVB. Agar perlindungannya optimal, pemilihan sunscreen sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas yang akan dilakukan serta kondisi kulit masing-masing.
Secara umum, sunscreen terbagi menjadi dua jenis, yaitu mineral (physical sunscreen) dan chemical sunscreen. AAD menjelaskan bahwa sunscreen mineral mengandung bahan aktif seperti zinc oxide dan titanium dioxide yang bekerja memantulkan sekaligus menyebarkan sinar UV dari permukaan kulit.
Sementara itu, sunscreen chemical mengandung filter UV, seperti avobenzone dan octocrylene, yang menyerap sinar ultraviolet sebelum mencapai lapisan kulit. Keduanya sama-sama efektif apabila digunakan dengan benar.
Bagi masyarakat yang berencana lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, seperti di pantai, pegunungan, atau tempat wisata terbuka, sunscreen mineral dapat menjadi salah satu pilihan, terutama bagi pemilik kulit sensitif. Dalam tinjauan ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal Photodermatology, Photoimmunology & Photomedicine, zinc oxide disebut mampu memberikan perlindungan spektrum luas terhadap sinar UVA dan UVB serta memiliki fotostabilitas yang baik, sehingga perlindungannya tetap stabil saat terpapar sinar matahari.
Sementara itu, penelitian yang dimuat dalam jurnal Dermatologic Therapy menyebutkan bahwa sunscreen berbahan mineral umumnya memiliki risiko iritasi yang lebih rendah dibandingkan beberapa filter UV kimia, sehingga kerap direkomendasikan untuk kulit sensitif.
Di sisi lain, bagi yang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, seperti pusat perbelanjaan, museum, restoran, atau ruang ber-AC, sunscreen chemical juga dapat menjadi pilihan. Jenis ini umumnya memiliki tekstur yang lebih ringan, mudah menyerap, dan tidak meninggalkan white cast, sehingga banyak digunakan sebagai sunscreen harian.
Selain memilih jenis sunscreen, masyarakat juga perlu memperhatikan nilai SPF dan cara penggunaannya. American Academy of Dermatology merekomendasikan penggunaan sunscreen dengan SPF minimal 30 dan perlindungan broad spectrum terhadap sinar UVA maupun UVB. Sunscreen sebaiknya diaplikasikan sekitar 15 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan dan diulang setiap dua jam, atau lebih sering jika berenang maupun berkeringat.
Rekomendasi serupa juga disampaikan World Health Organization (WHO). Selain menggunakan sunscreen, WHO menganjurkan masyarakat mengenakan topi bertepi lebar, pakaian yang menutupi kulit, serta menghindari paparan sinar matahari langsung pada pukul 10.00–16.00 ketika intensitas radiasi UV umumnya berada pada tingkat tertinggi.
Pada akhirnya, tidak ada satu jenis sunscreen yang paling tepat untuk semua orang. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan aktivitas selama liburan, jenis kulit, serta kenyamanan saat digunakan. Yang tidak kalah penting, sunscreen digunakan dalam jumlah yang cukup dan diaplikasikan ulang sesuai kebutuhan agar perlindungan terhadap kulit tetap optimal.
Baca juga: Brisk Walking, Tren Jalan Cepat yang Efektif Jaga Kebugaran Tubuh
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....