Aji Ali Rahman: Musik Harus Adaptif
- 27 Des 2025 22:08 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Program Music Preneur yang disiarkan langsung melalui Pro 2 RRI Pontianak menjadi ruang diskusi bagi pelaku musik lokal untuk membaca arah perkembangan industri musik ke depan. Salah satu narasumber yang hadir dalam program yang juga live di YouTube Pro 2, pada Jumat (26/12/2025), tersebut adalah produser musik Kalimantan Barat, Aji Ali Rahman.
Dalam obrolan yang merupakan episode penutup tahun ini, Aji menilai perkembangan musik saat ini tidak lagi bertumpu pada genre tertentu. Menurutnya, setiap musisi kini telah memiliki ceruk dan penggemarnya masing-masing, seiring terbukanya akses distribusi musik digital.
Ia menyebut, ukuran keberhasilan musik juga telah mengalami pergeseran. Jika sebelumnya kualitas musikal menjadi tolok ukur utama, kini visibilitas dan validasi publik melalui media sosial turut menentukan daya jangkau sebuah karya.
“Musik ini kan udah banyak sumber-sumbernya. Maksudnya kan semua sudah bisa dijangkau nih, jadi itu gak ada yang berkembang, ada yang berkembang cuma lebih tepatnya setiap orang tuh sudah memiliki genre masing-masing,” ujar Aji.
Menurut Aji, tantangan terbesar musisi saat ini adalah menjaga konsistensi produksi karya di tengah persaingan algoritma platform digital. Produktivitas dinilai menjadi kunci agar musisi tetap relevan dan tidak tenggelam oleh arus konten yang masif.
“Perang yang namanya perang algoritma gak sih. Iya, lebih harus produktif karena yang di incar sekarang ni udah bukan fans tapi tuh saldo,” katanya.
Selain membahas arah industri, Aji juga menyoroti pentingnya strategi promosi yang adaptif. Ia menilai, musisi perlu memahami realitas pasar tanpa sepenuhnya meninggalkan idealisme bermusik.
“Kau boleh idealis tapi kau lihat dulu kau hidup di mana nih. Harus realistis juga gitu,” ucapnya.
Melalui program Music Preneur, Pro 2 RRI Pontianak berupaya menghadirkan diskursus yang relevan bagi ekosistem musik lokal, baik dari sisi artistik, maupun juga kewirausahaan dan keberlanjutan karier musisi, sejalan dengan harapan Aji agar musisi Kalimantan Barat ke depan semakin terbuka terhadap perkembangan zaman, mampu memaksimalkan platform digital, serta terus menghasilkan karya tanpa takut mencoba pendekatan baru dalam bermusik.
Baca juga: Cerita Dua Musisi, Ngobrol Jazz di RRI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....