Cerita Dua Musisi, Ngobrol Jazz di RRI

  • 05 Sep 2025 22:30 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Musik selalu punya cara untuk mempertemukan orang-orang yang memiliki semangat dan kecintaan yang sama. Begitulah yang tergambar dalam program Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) di Pro 1 RRI Pontianak, edisi Kamis malam (4/9/2025). Dua musisi lokal, Sena Jayasena dan David, berbagi cerita tentang perjalanan mereka menekuni dunia musik, khususnya jazz, sekaligus memberi pandangan mengenai geliat komunitas musik di Kota Khatulistiwa.

Sena, yang kini fokus memainkan kontrabas, mengisahkan awal perjalanannya dalam dunia musik. Sejak kecil, ia akrab dengan instrumen melalui sang ibu yang seorang gitaris. Ia sempat menjajal berbagai aliran musik, sebelum akhirnya jatuh hati pada jazz. “Saya percaya musik itu proses. Tidak berhenti belajar, dan jazz mengajarkan saya banyak hal tentang improvisasi dan attitude bermusik,” ujarnya.

David, yang dikenal sebagai drummer, menuturkan kisah berbeda. Ia mengaku pernah vakum cukup lama dari panggung musik. Namun, awal 2025 menjadi titik balik ketika ia pindah ke Pontianak dan bertemu kembali dengan dunia yang pernah ia tinggalkan. “Awalnya saya hanya ingin back up, tapi lama-lama susah meninggalkan. Musik itu kalau sudah ketemu kecocokan, keterusan,” kata David.

Obrolan mereka tidak hanya menyinggung soal perjalanan pribadi, tetapi juga kondisi musik jazz di Pontianak. Menurut keduanya, meski jazz tidak sebesar genre populer lain, minat dan apresiasi tetap ada. Salah satu wadah yang menjaga api jazz tetap menyala adalah Pontianak Jamming Club (PJC), komunitas tempat musisi berkumpul dan berlatih bersama. “Musik tidak boleh menunggu musim. Kalau niatnya berbagi, jalan saja dulu. Event dan penonton akan datang dengan sendirinya,” tambah Sena.

Lebih jauh, mereka juga menaruh harapan besar agar musik jazz mendapat dukungan yang lebih luas, termasuk melalui sektor pariwisata. Dengan potensi alam dan budaya yang khas, Pontianak bisa mengemas musik sebagai daya tarik tersendiri. “Bayangkan kalau ada Jazz di tepi Sungai Kapuas, itu bisa jadi ikon baru Pontianak,” usul Sena.

Edisi Ngobras malam itu seakan menjadi ruang refleksi, bahwa musik tak hanya profesi atau pelengkap acara. Bagi musisi seperti Sena dan David, musik adalah jalan hidup yang penuh proses, persaudaraan, dan inspirasi. Seperti aliran jazz itu sendiri, bebas, penuh kejutan, namun tetap harmonis dalam keragaman nadanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....