RJ is Jimmy Bicara Mistisisme dan Musik

  • 23 Okt 2025 19:59 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Program Jaga Malam (Jangan galau malam-malam) Pro 2 Pontianak, segmen Music Preneur, edisi Jumat, (17/10/2025) lalu, kembali dengan obrolan seru bersama musisi lokal Kota Pontianak, RJ is Jimmy. Dalam obrolan berdurasi satu jam tersebut, Jimmy berbagi kisah perjalanan karier, refleksi hidup, serta pandangannya tentang keseimbangan antara seni, pasar, dan mistisisme.

Jimmy menceritakan bahwa nama panggung RJ is Jimmy lahir dari kebiasaan masa kecil. “Dulu cuma pakai nama RJ aja, tapi rasanya nanggung. Akhirnya aku tambahkan ‘is Jimmy’, karena dari kecil memang dipanggil Jimmy,” ucapnya dengan senyum di hadapan Dipa Revanda, penyiar Pro 2 Pontianak.

Pada program yang juga live di kanal YouTube Pro 2 tersebut, Jimmy mengaku memulai kariernya sebagai performer, sebelum akhirnya menulis lagu dan belajar memproduksi musik secara mandiri. Lagu pertamanya berjudul To Distance ia tulis di masa pandemi 2020.

“Waktu itu masih awam banget soal recording, mixing, mastering. Tapi justru itu pengalaman berharga,” kenangnya.

Menariknya, Jimmy tak hanya berfokus pada musik saja, Ia juga menyebut dirinya sedang berada dalam “fase quiet place”, masa refleksi untuk mengevaluasi diri dan memantapkan langkah. “Aku lagi kejar target minor dulu, bukan mayor. Karena kadang kita perlu berhenti sejenak untuk tahu arah,” tuturnya.

Selain dunia musik, Jimmy juga mendalami dua hal lain yang disebutnya sebagai “buah iblis” dalam kehidupannya,yaitu pasar (market) dan mistisisme.

“Aku percaya manusia punya energi bawaan. Ada yang dominan di pikiran, ada di hati, ada di tubuh. Aku termasuk yang body performer, makanya di panggung bisa total,” jelasnya.

Obrolan pun melebar ke topik spiritualitas. Jimmy bercerita tentang konsep tujuh chakra, pusat energi dalam tubuh manusia yang menurutnya berpengaruh pada kreativitas dan intuisi. “Cakra itu bukan hal mistik semata, tapi cara memahami keseimbangan diri. Dari situ kita tahu elemen dominan kita, bumi, air, api, atau udara,” paparnya.

Di lain sisi, penyiar Dipa Revanda mengungkapkan, pengalaman ngobrol dengan Jimmy terasa seperti belajar banyak hal baru. “Setiap kali ngobrol sama Jimmy tuh enggak pernah sebentar. Bisa tiga sampai empat jam karena selalu ada yang dalam dari cara dia melihat hidup,” katanya sambil tertawa.

Di akhir perbincangan, Jimmy menyebut bahwa kunci dari perjalanan panjangnya adalah keberanian untuk tampil apa adanya. “Aku percaya kalau sudah berani berdarah-darah di jalan yang kamu pilih, itu artinya memang di sanalah tempatmu,” ucapnya mantap.

Baca juga: Arif Circafaith Bangun Semangat Musik Kalbar

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....