Ardha Suspect Enemy: Musik, Desain, dan Kreativitas
- 15 Sep 2025 13:06 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Program Music Preneur di Pro 2 RRI Pontianak pada Jumat malam (12/9/2025), menghadirkan Arda, vokalis band Suspect Enemy. Dalam perbincangan yang dipandu Dipa dan Anwar, Arda membagikan kisah perjalanannya menekuni musik, desain, hingga aktivitas kreatif lain yang ia jalani.
Sejak SMP, Arda sudah akrab dengan dunia desain meski sempat terhenti. “Sebenarnya dari awal tuh dari kelas SMP, cuma tuh gak diterusin,” ungkapnya. Dukungan keluarga belum sepenuhnya ia rasakan kala itu. Namun, saat kuliah, ia kembali mengasah keterampilan desain secara otodidak dari YouTube.
Selain desain, musik juga menjadi bagian penting bagi Arda, dengan mengikuti les piano sejak SD. “Jadi, sepupu tuh les piano, jadi ibu saya pengen ngelihat saya tuh berkembang gitu kan, jadi ujung-ujungnya ya dilesin piano gitu,” kenangnya. Selama empat tahun ia mendalami keyboard, sebelum akhirnya berhenti.
Tidak hanya piano, Arda juga sempat mencoba les vokal, meski hanya bertahan dua hari. “Pas disuruh nyanyi do re mi kan itu dibilang fals, langsung apa ya merajuk gak, sakit hati habis,” kisahnya sambil tertawa. Walau singkat, pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanannya sebelum benar-benar menekuni musik di kemudian hari.
Perkenalan dengan Suspect Enemy bermula saat kuliah bersama Pasya. “Itu 2022, akhir 2021 kalau gak salah. Nah itu Arda sama Pasya tuh kan satu kuliah, terus tiba-tiba di-reply, ‘Udah buat band yuk.’ Langsung to the point. Terus saya jawab, ‘Ayolah, gabut nih’,” cerita Arda. Dari situlah ia resmi bergabung dan mulai menekuni jalur pop-punk.
Arda mengaku belum pernah serius nge-band sebelumnya. Namun berkat referensi musik dari Pasya, ia cepat beradaptasi. “Pasya ngasih referensi, terus tiba-tiba pas ada jadwal manggung dibawain lagu Desember,” jelasnya. Momen itu menjadi awal karier panggungnya bersama Suspect Enemy.
Bersama band, Arda sudah ikut menulis belasan lagu. Salah satunya yang personal adalah First Side. “Itu jadi lagunya tentang cewek saya yang sekarang,” ucapnya. Kebiasaannya menulis sejak SMA menjadi modal dalam menciptakan lirik. “Emang dulu pas waktu SMA kelas 1 emang suka buat puisi gitu-gitu,” tambahnya.
Puncak pengalaman mereka adalah tur mandiri pada 2023. “Itu tur sebenarnya tur mandiri sih. Pengin nyoba hal-hal baru di luar Pontianak,” ungkap Arda. Meski hanya berhasil menuntaskan enam kota dari tujuh yang dijadwalkan karena keterbatasan dana, ia tetap menyebut pengalaman itu sangat berkesan. “kebersamaannya itu seru sekali,” pungkasnya.
Baca juga: Cerita Dua Musisi, Ngobrol Jazz di RRI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....