Ngobras: Komunitas Dokter Kalimantan Barat Menulis
- 12 Jan 2025 10:26 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Komunitas Dokter Kalimantan Barat Menulis (DKM) adalah komunitas yang berisikan para dokter yang gemar menulis. Berawal dari beberapa dokter yang punya hobi sama yaitu menulis, kemudian muncul lah ide untuk membentuk komunitas yang di dalamnya bisa menulis bersama – sama.
“Project menulis itu pertama kali ada buku tahun 2021 berjudul Jejak – Jejak Pengabdian. Di situ semua dokter menulis pengalaman pribadi yang kemudian kan tidak cukup menulis dengan gaya biasa, tapi lebih seru kalau di tulis dengan gaya sastra. Nah, akhirnya menulis lah di situ dan jadilah buku antologi kita bersama,” ujar dr. Asep Ahmad Saefullah saat hadir di acara Ngobras, Sabtu (11/1/2025) malam.
Di tengah kesibukan para dokter, komunitas DKM ini cukup aktif menulis dengan sudah menghasilkan enam karya buku. Terbaru yaitu buku berjudul Stunting yang isinya edukasi tentang stunting tapi dengan gaya bercerita yang segar.
Jadi, saat dibaca tidak seperti membaca buku pelajaran. Sehingga melalui buku tersebut, tujuan besarnya adalah generasi emas bisa terisi dengan generasi yang unggul bebas stunting. Rata – rata buku hasil karya dari DKM diilhami dari pengalaman mereka sebagai dokter dan kehidupan sehari – hari.
“Yang seru itu dua sisi, dokter tidak selamanya makhluk sempurna berbaju putih tapi ada sisi lainnya sebagai manusia biasa yang bisa marah, bisa juga stress, seperti buku dr. Asror ini, tokoh Salman juga mengalami PTSD karena perjalanan hidup yang begitu rumit dan menyakitkan tapi harus terus melayani dan inilah yang berat sebagai manusia biasa,” katanya.
Selain dr. Asep hadir pula dr. Muhammad Asroruddin, yang juga anggota DKM. Ia menyampaikan tujuan dari komunitas ini adalah membuat suatu komunitas yang menghasilkan edukasi untuk masyarakat umum yang ingin tahu lebih banyak tentang sisi – sisi kehidupan dokter, pasien, keluarga pasien atau masalah lain yang melibatkan dokter, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan.
“Ternyata setelah kita kulik – kulik, banyak banget cerita yang bisa kita tulis dengan gaya bahasa yang menyasar kelompok yang menyukai story telling, sastra, orang yang suka baca. Itu adalah cara lain dari kita untuk menyampaikan edukasi tentang kesehatan dan kedokteran,” ujarnya.
dr. Asror menambahkan bahwa mereka tidak punya target yang terlalu tinggi, tapi paling tidak dalam 3 – 6 bulan menghasilkan 1 buah buku hasil penulisan bersama atau antologi. Hingga sampai buku ke 5 yang sudah terbit dan sedang berjalan buku ke 6.
Jadi, dari cerita kolektif yang dibuat serta melalui proses penyuntingan barulah dibukukan. Walaupun memang belum sampai dijual di toko besar tapi di penerbit sudah ada dan bisa dipesan.
Saat ini, komunitas Dokter Kalbar Menulis (DKM) sudah beranggotakan 26 orang yang tidak hanya berasal dari Kalimantan Barat tapi juga ada anggotanya dari luar Kalimantan Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....