Nostalgia: Cuma Anak Kelahiran 90-an yang Paham 'Rasa Sakit' 5 Hal Ini
- 24 Apr 2026 11:47 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Bagi generasi yang lahir di era 90-an, masa kecil dan remaja adalah masa transisi dari dunia analog ke digital. Ada banyak kenangan manis, namun tak jarang ada momen-momen "menyakitkan" yang jika diingat sekarang justru mengundang tawa.
Meski teknologi belum secanggih saat ini, perjuangan anak 90-an untuk mendapatkan hiburan membutuhkan usaha ekstra. Melansir berbagai sumber dan memori kolektif, berikut adalah lima hal yang hanya dipahami oleh mereka yang tumbuh besar di era tersebut:
1. Napas Terengah-engah Meniup Kaset Nintendo Sebelum era game streaming, anak 90-an harus berjuang dengan kaset game yang sering macet. Solusi paling mutakhir saat itu bukanlah membawanya ke tempat servis, melainkan ditiup sekuat tenaga. "Rasa sakit" muncul ketika sudah ditiup berkali-kali namun gim tetap tidak mau jalan, atau lebih parahnya, kaki tersandung kabel stik sehingga permainan yang sudah jauh harus terulang dari awal.
2. Patah Hati karena 'Tamagotchi' Mati Memelihara hewan digital di perangkat mungil bernama Tamagotchi adalah tren besar. Namun, kesibukan sekolah seringkali membuat pemiliknya lupa memberi makan atau membersihkan kotoran hewan virtual tersebut. Menemukan gambar nisan di layar kecil itu adalah salah satu bentuk patah hati pertama yang dirasakan anak 90-an.
3. Tragedi Pita Kaset yang 'Kusut' Mendengarkan musik melalui Walkman atau tape deck memiliki risiko tinggi: pita kaset tersangkut dan keluar dari jalurnya. Melihat pita hitam yang menjulur keluar dan kusut adalah sebuah horor. Satu-satunya alat pertolongan pertama saat itu adalah sebuah pulpen atau pensil untuk memutar kembali pita tersebut ke dalam wadahnya dengan sangat hati-hati.
4. Menunggu Jam Tayang Kartun Sambil Melawan Ngantuk Berbeda dengan sekarang yang bisa menonton apa saja melalui YouTube, anak 90-an sangat bergantung pada jadwal televisi. Melewatkan satu episode kartun favorit di hari Minggu pagi berarti harus menunggu satu minggu lagi untuk tahu kelanjutannya. Rasa menyesal karena bangun kesiangan setelah begadang demi tugas atau bermain adalah "luka" yang mendalam.
5. Pulsa Habis Saat Sedang 'PDKT' via SMS Memasuki era awal ponsel seluler, tarif SMS masih cukup mahal. Tidak ada paket data tanpa batas. Momen paling menyakitkan adalah ketika sedang asyik bertukar pesan dengan gebetan, tiba-tiba muncul notifikasi "Pulsa Anda tidak mencukupi". Perlu perjuangan ekstra untuk mencari konter pulsa terdekat demi menyambung komunikasi.
Bernostalgia memang selalu menyenangkan. Meski penuh perjuangan yang kini terasa sederhana, momen-momen inilah yang membentuk karakter generasi 90-an menjadi pribadi yang sabar dan menghargai proses. Apakah Anda juga pernah merasakan salah satu dari "rasa sakit" di atas?
Baca juga: Sering Dianggap Malas, Melamun ternyata Punya Manfaat Besar bagi Kesehatan Mental
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....