Percaya Diri Bukan Soal Wajah, tapi Berani Jadi Diri Sendiri

  • 05 Agt 2026 15:53 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kepercayaan diri tidak hanya ditentukan oleh penampilan fisik semata, melainkan juga keberanian untuk menerima diri sendiri dan mengekspresikan karakter melalui fashion maupun makeup. Di tengah berkembangnya media sosial, semakin banyak anak muda memanfaatkan platform digital sebagai ruang untuk berkarya sekaligus membangun rasa percaya diri.

Hal tersebut disampaikan content creator asal Pontianak, Adillah Ghassani atau yang akrab disapa Caca, dalam program Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) RRI Pro 1 Pontianak, Selasa, 4 Agustus 2026. Menurutnya, perjalanan menjadi content creator berawal dari masa pandemi COVID-19 pada 2020 ketika dirinya baru pindah ke Pontianak dan mencari aktivitas positif selama lebih banyak berada di rumah.

"Awalnya saya bikin konten transisi makeup saat ulang tahun. Ternyata responsnya bagus dan dari situ saya merasa ini seru kalau diteruskan. Akhirnya saya konsisten membuat konten tentang makeup," ujarnya.

Caca mengaku tidak memiliki latar belakang di dunia kecantikan. Ia merupakan lulusan SMK Tata Boga dan mempelajari teknik makeup secara otodidak melalui berbagai platform digital seperti YouTube dan TikTok. Berkat konsistensi, kemampuannya berkembang dari sekadar riasan natural hingga makeup karakter yang mengikuti tren.

"Semuanya belajar sendiri. Saya cari satu-satu bagaimana cara makeup yang benar, mulai dari teknik, alat, sampai mengikuti perkembangan tren yang sedang viral," katanya.

Menurut Caca, menjadi content creator bukan sekadar mengejar popularitas. Konsistensi menjadi faktor utama agar karya dapat dikenal algoritma media sosial. Ia bahkan menyarankan para kreator pemula untuk menyiapkan stok konten ketika sedang memiliki ide dan semangat berkarya.

"Kalau jadi content creator itu kuncinya memang konsisten. Saat lagi mood saya bikin banyak stok konten, jadi ketika sedang tidak semangat tetap ada yang bisa diposting," jelasnya.

Selain konsisten, Caca menilai seorang kreator juga harus mampu menyaring komentar negatif di media sosial. Kritik yang membangun dapat dijadikan bahan evaluasi, sementara komentar yang menjatuhkan sebaiknya tidak memengaruhi rasa percaya diri.

"Kalau ada kritik yang memang membangun saya ambil sebagai evaluasi. Tapi kalau komentar yang hanya menjatuhkan, saya pilih untuk tidak dipikirkan," ungkapnya.

Dalam membangun personal branding, Caca juga menekankan pentingnya kejujuran, terutama saat bekerja sama dengan berbagai merek. Ia mengaku selalu memberikan ulasan produk sesuai pengalaman pribadi dan tidak ingin menyampaikan informasi yang tidak sesuai fakta.

"Saya lebih memilih memberikan review yang jujur. Kalau memang produknya bagus saya bilang bagus, kalau ada yang kurang ya saya sampaikan. Menurut saya kejujuran itu yang paling penting," tegasnya.

Lebih jauh, Caca mengajak generasi muda agar tidak takut memulai membuat konten hanya karena khawatir dengan penilaian orang lain. Menurutnya, media sosial justru bisa menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

"Jangan takut mulai. Tidak usah terlalu memikirkan omongan orang. Yang penting mulai saja dulu karena dengan berkonten kita bisa belajar lebih percaya diri," pesannya.

Di akhir perbincangan, Caca mengingatkan bahwa kecantikan sejati bukan ditentukan oleh warna kulit maupun tren yang sedang berkembang, melainkan kemampuan seseorang menerima dirinya sendiri.

"Menurut saya, kalian semua sudah cantik apa adanya. Yang penting percaya diri dan jadi diri sendiri," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....